PARTAI KADER ATAU PARTAI DAKWAH MENJADI PARTAI TERBUKA?

Untuk kami masalah inklusivitas ini bukan taktis bahkan bukan pula
strategis. Tapi muncul dari konsekuensi keimanan kita selama in, yakni
sebagai ummatan wasathan, umat moderat, umat pertengahan.

Konsekuensinya, PKS memang harus menerima pluralitas, Allah sengaja
menciptakan keberagaman agar kita bisa saling menghormati dan menghargai.
Cuma kita menginginkan bahwa keberagaman itu mendorong dinamika di
masyarakat. Justru kalo seragam masyarakat akan statis. Jadi pluralitas itu
sudah sunnatullah dan inklusivitas menjadi suatu keharusan bagi PKS.

Kenapa harus terbuka, karena memang Islam agama terbuka, agama yang
inklusif. PKS sebagai partai Islam harus melaksanakan rahmatan lil alamin,
hasil upaya dan perjuangan kader PKS harus bisa dinikmati oleh semua
golongan, muslim dan non muslim.

Kalau sebelumnya PKS dianggap eksklusif itu memang benar, karena saat itu
PKS tengah membangun identitas diri, dan dari identitas diri itu muncullah
integritas sehingga kita dihormati. Karena sulit bagi kita berinteraksi
dengan orang yang tak punya identitas, apalagi tak punya integritas
integritas.

Setelah identitas dan integritas diri kita miliki dengan solid, PKS
mencanangkan diri sebagai partai terbuka, kita dapat bergaul dengan dunia
luar. Dalam Munas ini PKS mengundang Dubes AS, Dubes Jerman dan Dubes
Australia, mereka semua hadir dam menghormati PKS.

PKS sudah membuat MoU dengan partai-partai di Australia dan China, ini bukti
bahwa PKS sudah menjadi partai inklusif. Jadi PKS tak hanya ingin
berinteraksi dengan partai dan tokoh di Indonesia saja, tapi juga dengan
dunia internasional. Kita punya sumber daya manusia yang memadai untuk hal
tersebut.

Itu semua menunjukkan bahwa PKS tengah meningkatkan identitas diri dari
partai eksklusif menjadi lebih inklusif.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Switch to our mobile site