Archive for the ‘Tokoh’ Category

56775_presiden_pks_tifatul_sembiring

Tifatul, Pejabat Paling Top di Twitter

Jangan anggap enteng Twitter. Situs microblogging ini kerap dijadikan Presiden Amerika, Obama, untuk menyebarkan ide dan pemikirannya. Dan ternyata, sederet pejabat di negeri ini pun  mulai menggandrunginya. Mulai dari sekadar menyapa, hingga memberikan komentar atau jawaban dari isu yang menarik saat ini.

Berikut ini ada lima sosok pejabat negeri ini yang sangat berpengaruh dan dinilai top dalam peringkat oleh Twitter. Dari lima pejabat ini, Tifatul menduduki posisi teratas, bahkan mengalahkan atasannya, Presiden SBY dan Wapres Boediono.

Sebagai catatan, urutan diambil berdasar situs TweetLevel, yang menghitung empat kriteria akun: Influence (pengaruh), Popularitas, Engagement (keterlibatan), dan Trust (kepercayaan). Jadi bukan sekadar popularitas.

(more…)

saadudin2

Sa’aduddin, Kesederhanaan Seorang Bupati

Jakarta – Sederhana. Itulah prinsip utama Sa’aduddin. Orang nomor satu di Kabupaten Bekasi ini ke mana-mana kerap tampil seadanya. Kedua kakinya sangat jarang berbalut sepatu kulit mengkilat. Ditambah lagi, sikap cueknya terhadap aturan protokoler yang serba formil.

Banyak peristiwa unik dari sikap santai serta jauh dari protokoler yang dilakoni Sa’aduddin. Salah satunya ketika melakukan kunjungan kerja ke salah satu kecamatan. Dia diam-diam duduk di sebuah warung kopi tak jauh dari lokasi acara tujuannya. Dia tersenyum geli saat mendengar obrolan beberapa pengunjung warung kopi itu.

“Mereka bertanya-tanya, kok bupatinya nggak datang-datang ya,” ungkap Sa’aduddin saat berbicara dengan detikcom, Kamis (15/4/2010).

Bapak dari 8 anak ini mengaku dirinya tidak anti protokoler yang serba resmi. Dia hanya ingin tidak terlalu formil saat bertemu warganya. Sebab dengan demikian, dia bisa mendengar dan melihat lebih dekat kondisi warganya.
(more…)

IMG_2140[1]

Dr. Ir. H. Nurmahmudi Isma’il, M.Sc – Pioner dan Teladan – Pelepas Rangkap Jabatan


Pendahuluan

Mendengar nama Nur Mahmudi, yang akrab dipanggil Pak Nur, publik teringat dengan keterlibatannya pada kabinet bentukan Abdurrahman Wahid pada tahun 1999-2001. Pada masa yang singkat itu, terukir prestasi yang tidak terlupakan oleh banyak kalangan. Berhasil menyelamatkan lebih dari Rp 8 triliun uang negara dan memenjarakan seorang konglomerat bermasalah di negeri ini. Belum lagi, gaya kepemimpinannya yang egaliter, aspiratif, dan inspiratif membuat potensi SDM departemen yang dipimpinnya tergali dan termanfaatkan secara optimal.
(more…)

Switch to our mobile site