<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DPC PKS Bojonggede</title>
	<atom:link href="http://pks-bojonggede.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pks-bojonggede.org</link>
	<description>pks-bojonggede.org</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Mar 2012 08:47:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Anis Matta: Soal BBM, Sikap PKS Tak Akan Berubah</title>
		<link>http://pks-bojonggede.org/2012/03/17/anis-matta-soal-bbm-sikap-pks-tak-akan-berubah/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=anis-matta-soal-bbm-sikap-pks-tak-akan-berubah</link>
		<comments>http://pks-bojonggede.org/2012/03/17/anis-matta-soal-bbm-sikap-pks-tak-akan-berubah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Mar 2012 08:31:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-bojonggede.org/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[KOMPAS.com  &#8211; Sikap Partai Keadilan Sejahtera tak akan berubah menyikapi rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Fraksi PKS di DPR tetap akan menolak kenaikan harga BBM. ”Sikap kami umumnya tidak jauh berbeda dari sebelumnya,” kata Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta di Kompleks DPR, Jakarta, Kamis (15/3/2012). Sebelumnya, PKS telah menyatakan menolak kenaikan harga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_304" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://pks-bojonggede.org/wp-content/uploads/2012/02/anis-matta.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-304" title="anis-matta" src="http://pks-bojonggede.org/wp-content/uploads/2012/02/anis-matta-150x150.jpg" alt="Anis Matta" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Anis Matta</p></div>
<p>KOMPAS.com  &#8211; Sikap Partai Keadilan Sejahtera tak akan berubah menyikapi rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Fraksi PKS di DPR tetap akan menolak kenaikan harga BBM.</p>
<p>”Sikap kami umumnya tidak jauh berbeda dari sebelumnya,” kata Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta di Kompleks DPR, Jakarta, Kamis (15/3/2012). Sebelumnya, PKS telah menyatakan menolak kenaikan harga BBM.</p>
<p>Anis mengatakan, pihaknya tengah menyusun pandangan partai mengenai alasan-alasan penolakan terhadap rencana pemerintah itu. Menurut dia, tidak ada pelanggaran apa pun di dalam koalisi jika PKS berbeda sikap dengan pemerintah.</p>
<p>”Ini lebih berorientasi pada kepentingan nasional, yang penting dibicarakan,” kata Wakil Ketua DPR itu.</p>
<p><span id="more-313"></span>Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal mengatakan, dalam APBN Perubahan nanti, pihaknya akan mendorong penghematan anggaran belanja pemerintah, meningkatkan pendapatan negara, mempercepat konversi BBM ke bahan bakar gas, mengurangi ketergantungan pada minyak dunia, dan langkah lainnya selain menaikkan harga BBM.</p>
<p>”Momentum ini harus kita jaga bersama dalam koalisi agar jangan mengorbankan rakyat kecil. Mudah-mudahan ada jalan tengah dan ada solusi,” kata Kamal.</p>
<p>Seperti diberitakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pertemuan konsultasi dengan para pemimpin partai politik yang tergabung dalam Sekretariat Gabungan, Rabu (14/3/2012) malam, di Cikeas, meminta dukungan terkait rencana harga BBM.</p>
<p>Pemerintah berencana menaikkan harga BBM per 1 April 2012. Pemerintah telah mengajukan usulan kenaikan harga BBM bersubsidi Rp 1.500 per liter dalam Rancangan APBN Perubahan 2012 .</p>
<p>*http://nasional.kompas.com/read/2012/03/15/15081259/Soal.BBM.Sikap.PKS.Tak.Akan.Berubah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-bojonggede.org/2012/03/17/anis-matta-soal-bbm-sikap-pks-tak-akan-berubah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rakornas PKS: Taujih Anis Matta &#8220;Kebangkitan Islam&#8221;</title>
		<link>http://pks-bojonggede.org/2012/02/23/rakornas-pks-taujih-anis-matta/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=rakornas-pks-taujih-anis-matta</link>
		<comments>http://pks-bojonggede.org/2012/02/23/rakornas-pks-taujih-anis-matta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 08:35:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taujih]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Matta]]></category>
		<category><![CDATA[Rakornas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-bojonggede.org/?p=300</guid>
		<description><![CDATA[Taujih Sekjen PKS pada Rakornas PKS Wilayah Indonesia Timur di Makasar 17 Februari 2012. Rangkuman taujih ini kami himpun dari twit @pksmakkah selamat menyimak&#8230; Kita berkumpul disini untuk meyakinkan diri kita bahwa insya Allah kita akan menang. Karena disini kita bersyura, mengumpulkan hati kita &#38; menyusun perencanaan. Ini yang disebut dalam Al-Quran: &#8220;fa idzaa azamta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_317" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://pks-bojonggede.org/wp-content/uploads/2012/02/luthfi-hasan-ishaaq-rakornas-pks-di-makassar.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-317" title="luthfi-hasan-ishaaq-rakornas-pks-di-makassar" src="http://pks-bojonggede.org/wp-content/uploads/2012/02/luthfi-hasan-ishaaq-rakornas-pks-di-makassar-150x150.jpg" alt="Rakornas PKS" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Rakornas PKS</p></div>
<p>Taujih Sekjen PKS pada Rakornas PKS Wilayah Indonesia Timur di Makasar 17 Februari 2012.<br />
Rangkuman taujih ini kami himpun dari twit @pksmakkah selamat menyimak&#8230;</p>
<p>Kita berkumpul disini untuk meyakinkan diri kita bahwa insya Allah kita akan menang. Karena disini kita bersyura, mengumpulkan hati kita &amp; menyusun perencanaan. Ini yang disebut dalam Al-Quran: &#8220;<em>fa idzaa azamta fa tawakkal alallah</em>&#8220;. Kita sedang bertekad, ada 600 hati yang ada di sini. Tekad itu energi bagi fikiran untuk menjadi tindakan Azam &amp; Tawakkal bersanding, karena keduanya adalah tekad, 1 dari bumi dan 1 dari langit. Kenapa Allah menggunakan kata Azam? karena semua realitas pada awalnya berawal di alam pikiran. Jika kemenangan itu sudah ada dalam hati dan pikiran, maka ia akan mewujud dalam kenyataan, diayat lain Allah menyandingkan azam &amp; sakinah. Sakinah itu kemantapan hati jadi yang pertama ada sebelum kemenangan itu adalah kemantapan hati.</p>
<p>Jika ada kemantapan dalam hati kita ikhwah sekalian, maka kemenangan itu sudah dekat, jadi jika kita ingin mengetahui apakah kita akan menang 2014 nanti, antum bisa tahu sekarang maka peganglah dada antum dan rasakan adakah kemantapan hati akan kemenangan itu atau tidak? Sebelum badar, kaum muslimin ditidurkan oleh Allah dan esoknya mereka dipenuhi kemantapan hati. Jika Allah mentakdirkan sesuatu maka Allah menciptakan sebab-sebabnya. Perhatikan sekitar antum, apakah terasa sebab-sebab kemenangan untuk antum? karena antum diciptakan untuk menjadi saksi-saksi (litakuunu syuhada) bagi manusia.</p>
<p><span id="more-300"></span>Kita yakin dengan cita-cita besar itu karena kita akan menjadi saksi-saksi atas manusia kalau hanya sekedar tujuan electoral, itu persoalan mudah, sebab ilmunya saintifik, semua orang bisa pakai tetapi jika kita melaksanakan takdir kita sebagai syahadah alannas, maka kerja-kerja kita bukan soal angka-angka karena itu kerja-kerja kita haruslah menjadi sesuatu yang dapat di RASA bukan sekedar dihitung-hitung.</p>
<p>Hasil-hasil dakwah kita adalah sesuatu yang dapat dirasa, ketakutan menjadi rasa aman dan kemarahan menjadi ketenangan. Saat ini kita ibarat mendaki gunung, ke atas masih tampak jauh tapi ke bawah lebih jauh lagi. Saat ini bagi kita tak ada pilihan lain, kita harus maju mencapai puncak! Banyak orang bertanya-tanya akan seperti apa masa depan PKS dengan beban ideologi yang diembannya? tapi sederhana menjawabnya. Cukup mengajukan pertanyaan: pernahkah Islam itu memimpin dunia? PERNAH! dan oleh karena itu kita meyakini bahwa capaian itu pasti bisa diulangi.</p>
<p>Keraguan soal itu hanya menimpa mereka yang menggunakan logika electoral semata bahwa judul Islam itu tidak menjual dalam politik sebab mereka mengalami kegalauan narasi. Bagi kita narasi itu jelas bahwa islam pernah menyatukan agama, pasar &amp; politik karena narasi itu pernah terwujud dalam realitas maka sesungguhnya semua itu dapat diwujudkan kembali karena itu Allah mengingatkan, janganlah lemah dan janganlah sedih &#8220;<em>wa antumul a’lawna inkuntum mukminin</em>&#8221; dan kemantapan hati itu dapat dilihat dari sorotan mata antum yang tajam. Mata yang tajam itu akan menembus mata yang menatapnya dan turun ke hatinya. Sekarang antum rasakan, apakah yang dirasakan orang lain ketika bertemu antum. Apakah gembira atau malah sedih?</p>
<p>Islam ini datang memberikan berita gembira, memberikan harapan dan tugas kita adalah menghilangkan kesedihan, rasa takut &amp; kemarahan, itulah sakinah jika antum memiliki sakinah maka tugas kita adalah menghadirkan sakinah bagi masyarakat kita maka salah satu indikator kemenangan adalah ketika orang merasa ada sakinah/harapan ketika dekat dengan kita. Yang orang ingin tahu adalah apa yang akan mereka rasakan ketika dekat dengan antum, atau jika PKS menang. Kekuatan utama untuk mendapatkan follower adalah narrative intelligence, kemampuan menjelaskan.</p>
<p>Oleh karena itu antum mesti memiliki kemampuan menerjemahkan narasi ini dalam banyak perspektif, misalnya agenda mainstreaming keluarga, perlu menggunakan kemampuan menerjemahkan yang baik agar orang yakin jadi ini masalah bagaimana cara kita meyakinkan orang, jadi tidak ada yang salah dengan apa yang kita yakini tetapi cara kita meyakinkan orang yang kurang tepat. Milikilah perasaan, bahwa apa yang kita lakukan sejauh ini adalah proses shifty of civilization, peralihan peradaban dan bukan hanya kerja-kerja untuk meraih kursi, itu sesuatu yang sangat kecil tapi rasakanlah kerja-kerja itu sebagai merakit kerja besar.</p>
<p>Saat ini ada 2 peradaban yang sedang berganti, yang 1 akan mati dan 1 lagi akan bangkit, Baik peradaban yang akan mati maupun yang akan bangkit keduanya diawali oleh kekacauan, seperti bayi yang baru lahir menimbulkan tangisan, tangisan itulah kekacauan peradaban yang sedang ingin lahir. Kekecauan yang terjadi di timur tengah sebelum jatuhnya para diktator adalah kekacauan yang mengawali lahirnya sebuah peradaban. Peradaban barat juga sedang mengalami kekacauan, kekacauan menjelang kejatuhan peradaban mereka.</p>
<p>Krisis Ekonomi barat, hanyalah efek kecil dari sebuah kerusakan yang lebih besar dan dalam, yaitu &#8220;penyakit degeneratif&#8221;. Penyakit Degeneratif adalah hasil dari sebuah sistem yang salah sejak awalnya, yaitu membunuh kehidupan. Mereka membatasi kehidupan &amp; kelahiran, karena mereka meyakini bahwa sumber daya yang tersedia lebih sedikit dari jumlah manusia. Inilah tuduhan mereka yang paling keji terhadap Allah, Seolah-olah Allah tidak teliti menciptakan sumber daya &amp; manusia tidak seimbang.</p>
<p>Padahal Allah yang membagikan rezki kepada setiap ciptaan-Nya, dan Dia pula yang memegang kunci-kuncinya. Dulu di masa Nabi, Arab itu sudah memiliki kandungan minyak yang melimpah tetapi tidak digunakan, karena Allah belum berikan ilmunya. Baru sekitar 100 tahun yang lalu manusia diberi sedikit ilmu tentang minyak, &amp; itu sudah menjadi solusi bagi banyak kebutuhan semua manusia. Kemudian Allah memberikan sedikit ilmu tentang komunikasi, betapa banyak orang yang kaya karenanya &amp; menjadi solusi persoalan-persolan manusia.</p>
<p>Ilmu yang diberikan Allah itu masih sedikit, dan mereka sudah menuduh Allah tidak mampu menyediakan rezki yang cukup bagi ciptaan-Nya. Padahal mereka bahkan belum sampai pada ilmu yang ada di zaman Nabi Sulaiman, dimana kargo dapat dipindahkan realtime seperti SMS. Maha Suci Allah dari tuduhan keji mereka itu. Kesalahan mendasar barat inilah yang membuat peradaban mereka kini di ambang kehancuran. Dimana tidak ada lagi suara tangis kehidupan baru di tengah mereka, dan yang ada hanya calon-calon mayit.</p>
<p><em>Shifting of civilization</em> (peralihan peradaban) dari peradaban barat ke timur (Islam) bahwa kejayaan itu tidak permanent, sebagaimana masa kejatuhan yang tidak ABADI. Inilah yang dimaksud dengan tadaawul -bukan tadawaanul- hadharaat) atau peralihan peradaban. Kebangkrutan ekonomi yang kini dialami Eropa hingga menimbulkan chaos di banyak Negara sama sekali tidak terkait dengan terorisme yang mereka identikkan dengan Islam tapi itu sebagai bukti bahwa sistem ekonomi mereka yang rapuh dan sarat kezaliman, semakin memperkaya kehidupan orang kaya, melahirkan masyarakat yang hidup dalam kemewahan dimana segelintir dari mereka menguasai 80-90% uang yang beredar di tengah masyarakat tersebut.</p>
<p>Ketika kemewahan hidup terjadi di tengah masyarakat, maka pada saat yang sama kezaliman dan aniaya dirasakan sebagian lainnya sedangkan kezaliman itu adalah kegelapan yang harus disingkirkan. Maka Rasul berkata, &#8220;<em>Azh zhulmu, zhulumaat</em>&#8220;. Maka salah satu tanda keruntuhan sebuah bangsa &amp; peradabannya sekaligus adalah ketika kemewahan menjadi budaya yang dipertontonkan masyarakan hedoni. Inilah yang Allah firmankan, &#8220;<em>wa idza aradnaa an nuhlika qaryatan amarna mutrafihaa&#8230;</em>&#8220;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-bojonggede.org/2012/02/23/rakornas-pks-taujih-anis-matta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#IndonesiaTanpaJIL, Booming di Social Media</title>
		<link>http://pks-bojonggede.org/2012/02/22/indonesiatanpajil-booming-di-social-media/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=indonesiatanpajil-booming-di-social-media</link>
		<comments>http://pks-bojonggede.org/2012/02/22/indonesiatanpajil-booming-di-social-media/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 05:31:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#IndonesiaTanpaJIL]]></category>
		<category><![CDATA[JIL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-bojonggede.org/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[Meski mengakui dirinya masih ‘begajulan’, Fauzi memiliki komitmen yang kuat dalam membela Islam dan melawan pemikiran liberal, terutama melalui aktivitasnya di Twitter. Kontribusi dan semangatnya luar biasa, dan kerendahhatiannya pun perlu dicontoh oleh semua orang. Fauzi Baadila berani bersuara, bagaimana dengan Anda? &#160; http://www.facebook.com/IndonesiaTanpaJIL http://www.twitter.com/TanpaJIL]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meski mengakui dirinya masih ‘begajulan’, Fauzi memiliki komitmen yang kuat dalam membela Islam dan melawan pemikiran liberal, terutama melalui aktivitasnya di Twitter. Kontribusi dan semangatnya luar biasa, dan kerendahhatiannya pun perlu dicontoh oleh semua orang.</p>
<p>Fauzi Baadila berani bersuara, bagaimana dengan Anda?</p>
<p><iframe src="http://www.youtube.com/embed/lMbeTlMyNYk?rel=0" frameborder="0" width="560" height="315"></iframe></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://www.facebook.com/IndonesiaTanpaJIL">http://www.facebook.com/IndonesiaTanpaJIL</a><br />
<a href="http://www.twitter.com/TanpaJIL">http://www.twitter.com/TanpaJIL</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-bojonggede.org/2012/02/22/indonesiatanpajil-booming-di-social-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Divonis Bebas, Wakil Wali Kota Bogor Siap Aktif Lagi</title>
		<link>http://pks-bojonggede.org/2011/09/08/divonis-bebas-wakil-wali-kota-bogor-siap-aktif-lagi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=divonis-bebas-wakil-wali-kota-bogor-siap-aktif-lagi</link>
		<comments>http://pks-bojonggede.org/2011/09/08/divonis-bebas-wakil-wali-kota-bogor-siap-aktif-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Sep 2011 18:52:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[bogor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-bojonggede.org/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Wakil Walikota Bogor nonaktif Achmad Ruyat, ahirnya divonis bebas murni oleh hakim Pengadilan Tipikor Bandung Joko Siswanto, pada Kamis (8/9/2011). Dalam vonis bebas tersebut, Achmad Ruyat tidak terbukti melakukan korupsi seperti yang dituduhkannya. Hakim beranggapan tuduan primer dan subsiser tidak terbukti. Menurut Pengcara Achmad Ruyat, Soleh Amim, hakim memiliki independensi, tidak bisa diintervensi, dan sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wakil Walikota Bogor nonaktif Achmad Ruyat, ahirnya divonis bebas murni oleh hakim Pengadilan Tipikor Bandung Joko Siswanto, pada Kamis (8/9/2011).</p>
<p>Dalam vonis bebas tersebut, Achmad Ruyat tidak terbukti melakukan korupsi seperti yang dituduhkannya. Hakim beranggapan tuduan primer dan subsiser tidak terbukti.</p>
<p>Menurut Pengcara Achmad Ruyat, Soleh Amim, hakim memiliki independensi, tidak bisa diintervensi, dan sangat jeli melihat fakta-fakta persidangan.</p>
<p>Selain itu, baik saksi ahli maupun saksi yang didatangkan jaksa semuanya menyakatan dakwaan jaksa tidak terbukti dan Perda Nomor 1 Tahun 2002 itu adalah produk hukum yang tidak pernah judicial review dan sudah melalui evaluasi gubernur yang artinya tidak ada pelanggaran apapun.</p>
<p>Soleh juga bersyukur atas vonis bebas murni tersebut. &#8220;Apa yang dilakukan hakim sudah tepat dan klien kami memang tidak melakukan korupsi seperti apa yang dituduhkannya,&#8221; ujarnya.</p>
<blockquote><p>&#8220;Saya siap menjabat kembali dan mengikuti aturan main dan siap melaksanakan tuga mengabdi kepada rakyat,&#8221; ujar Achmad Ruyat.</p></blockquote>
<p>Sidang tersebut dihadiri istri, anak-anak, dan keluarga Achmad Ruyat. Setelah vonis, Achmad Ruyat langsung sujud syukur di hadapan hakim.</p>
<p><span id="more-283"></span></p>
<p>Wakil Walikota Bogor nonaktif Ahmad Ru&#8217;yat divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung, Kamis (9/8/2011). Ahmad dinyatakan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah atas perkara dugaan kasus korupsi penerimaan tunjangan anggota DPRD. Padahal sebelumnya JPU menuntut terdakwa dengan 4 tahun penjara dengan denda Rp 200 juta.</p>
<p>&#8220;Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Membebaskan terdakwa dari semua dakwaan JPU. Karena itu terdakwa harus dipulihkan hak-haknya seperti sebelum perkara ini,&#8221; ujar Ketua Majelis Hakim Joko Siswanto dalam sidang pembacaan putusan di ruang sidang VI, Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LRE Martadinata, Kamis (9/9/2011).</p>
<p>Majelis hakim membebaskan baik dakwaan primer maupun sekunder. Majelis hakim menilai, tunjangan yang diterima oleh terdakwa sudah sesuai dengan aturan dan merupakan bagian dari haknya sebagai anggota DPRD.</p>
<p>&#8220;Unsur memperkaya diri sendiri dalam dalam dakwaan subsider tidak terbukti,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Ahmad yang menjadi anggota DPRD Kota Bogor periode 1999-2004 itu menerima dana penunjang kegiatan DPRD Kota Bogor sebesar Rp 122 juta pada APBD 2002.</p>
<p>Para hakim menyebutkan beberapa pertimbangan membebaskan terdakwa. Joko menjelaskan, seperti anggota Dewan Kota Bogor lainnya, saat itu Ahmad menerima duit dana penunjang kegiatan sekitar Rp 122,4 juta per anggota Dewan dari pos anggaran Dewan pada APBD Kota Bogor tahun 2002.</p>
<p>Duit Rp 122,4 juta yang dicairkan secara bertahap itu antara lain untuk biaya khusus anggota Dewan, tunjangan perumahan, biaya general check up, tunjangan hari raya, dan operasional kegiatan pemantauan lapangan. Juga dana taktis pimpinan Dewan, uang reses, dana mobilisasi, uang kunjungan kerja, dan dana asuransi. Namun majelis hakim tak sependapat dengan jaksa penuntut. Menurut Joko, penggunaan dana penunjang kegiatan oleh terdakwa tidak memperkaya diri secara melawan hukum dan merugikan negara seperti disebut dalam dakwaan primer jaksa berdasarkan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.</p>
<p>Ahmad, menurut Hakim Joko, juga tak terbukti memenuhi unsur menguntungkan diri sendiri, sehingga merugikan negara sesuai dengan Pasal 3 Undang-Undang Antikorupsi seperti dalam dakwaan subsider jaksa. Sebaliknya majelis hakim menyatakan dana yang diterima dan digunakan Ahmad merupakan bagian dari hak terdakwa sebagai anggota Dewan. Alasannya, dokumen seluruh anggaran Dewan dalam APBD Kota Bogor 2002 sudah diverifikasi oleh Gubernur Jawa Barat.</p>
<p>Hasilnya, Gubernur menyatakan APBD Bogor 2002 ataupun perubahannya tidak bertentangan dengan ketentuan umum ataupun peraturan lebih tinggi. &#8220;Hasil verifikasi tak ada catatan dari Gubernur agar APBD Kota Bogor 2002 diperbaiki. Dan akhirnya ditetapkan menjadi Perda Nomor 1 Tahun 2002 tentang APBD Kota Bogor Tahun 2002. Pada 10 Januari 2002 ditetapkan penjabaran APBD Kota Bogor Tahun 2002,&#8221; kata Joko.</p>
<p>Selain itu, ia menambahkan, semua pengeluaran dalam pelaksanakan APBD 2002 sudah dipertanggungjawabkan secara tahunan. Hal itu dilakukan melalui Laporan Pertanggungjawaban Wali Kota Bogor dan penetapan Perda Perhitungan APBD Kota Bogor Tahun 2002. &#8220;Dengan demikian tidak ada kewajiban anggota Dewan memberikan bukti pengeluaran dana, selain bukti penandatanganan serah terima sebagai user dana penunjang kegiatan dengan Sekretaris DPRD. Sedangkan pertanggungjawaban penggunaannya (dana penunjang kegiatan) oleh Sekretriat DPRD,&#8221; tutur Joko.</p>
<p>*)dari berbagai sumber</p>
<p>*posted by: Blog PKS PIYUNGAN &#8211; Bekerja Untuk Indonesia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-bojonggede.org/2011/09/08/divonis-bebas-wakil-wali-kota-bogor-siap-aktif-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persiapan menyambut Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://pks-bojonggede.org/2011/07/23/persiapan-menyambut-bulan-ramadhan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=persiapan-menyambut-bulan-ramadhan</link>
		<comments>http://pks-bojonggede.org/2011/07/23/persiapan-menyambut-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 17:51:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-bojonggede.org/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[Ramadhan telah diambang pintu, tanpa kita rasakan waktu bergulir begitu cepat,kita telah berada dibulan Sya’ban, bulan yang menjadi bulan ibadah istimewa untuk Rasulullah selain bulan Ramadhan, Usamah bin Zaid berkata kepada Rasulullah SAW ”Ya Rasulullah saya tidak pernah melihatmu berpuasa dalam satu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu dibulan Sya’ban? Rasul Bersabda ”itulah bulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ramadhan telah diambang pintu, tanpa kita rasakan waktu bergulir   begitu cepat,kita telah berada dibulan Sya’ban, bulan yang menjadi  bulan  ibadah istimewa untuk Rasulullah selain bulan Ramadhan, Usamah bin  Zaid  berkata kepada Rasulullah SAW ”Ya Rasulullah saya tidak pernah   melihatmu berpuasa dalam satu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti   puasamu dibulan Sya’ban? Rasul Bersabda ”itulah bulan yang manusia  lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan.</p>
<p>Dan merupakan bulan yang  didalamnya diangkat semua amal kepada Rabul  alamin. Dan saya suka  diangkat amalan sedangkan saya dalam keadaan  berpuasa”. (HR. Imam  Nasai). apa yang harus kita persiapkan dalam  rangka menyongsong  kedatangan tamu agung ini ?.</p>
<p>Ada beberapa hal yang harus kita  persiapkan agar kita mampu untuk  mengisi bulan yang penuh berkah ini  dengan kegiatan yang dapat menambah  bobot umur kita ketika kita  menghadap Allah SWT.</p>
<p><span id="more-274"></span><strong>Kenapa kita melakukan persiapan ini ?</strong><br />
Setiap waktu-waktu yang kita lewati masing-masing mempunyai kelebihan  dan  keutamaan yang berbeda, maka kita harus bisa memperlakukannya  secara  proposional dan cerdas. Termasuk dalam menyiapkan kedatangan  bulan suci  Ramadhan yang banyak mempunyai keutamaan.</p>
<p>Karena didalam Ramadhan  adalah bulan diwajibkannya puasa, dianjurkan  memperbanyak amalan sunnah,  dianjurkannya memperbanyak memberikan  santunan, serta memperbanyak  membaca Al-Quran. Disamping itu bulan  Ramadhan adalah bulan pengendalian  diri dari syahwat perut, dari hawa  nafsu serta pengendalian anggota  tubuh dari hal-hal yang dapat  mengurangi nilai puasa.</p>
<ol>
<li><strong>Persiapan  pribadi</strong><br />
Secara pribadi kita harus mempersiapkan kedatangan bulan  ini secara  optimal, karena persiapan ini akan mempengaruhi baik  tidaknya kita  mengisi amaliah ramadhan. Diantara persiapan pribadi yang  harus kita  lakukan adalah sbb:</p>
<ol type="A">
<li><strong>Persiapan  Secara Ruhi.</strong><br />
Ini adalah persiapan yang paling utama karena  kekuatan ruh inilah yang  akan menjadi motor penggerak segala bentuk  ibadah kita sebelum, ketika  dan pasca ramadhan. Maka itu apabila kita  membaca sirah Rasul SAW,  betapa persiapan beliau dari sisi ini sangat  luar biasa, yaitu dengan  melaksanakan puasa sya’ban.Hal  tersebut beliau lakukan dalam rangka  mempersiapkan dan menyongsong  kedatangan bulan Ramadhan. Disamping itu  kita dianjurkan untuk banyak  istighfar dan memohon serta memberi maaf  agar kedatangan bulan suci kita  sambut dengan hati bersih dari segala  bentuk dosa dan perselisihan,  rasa dengki dan penyakit-penyakit hati  yang lainnya.Dan hal lain  yang harus dilakukan dalam persiapan ruhi adalah banyak  berdoa kepada  Allah agar DIA menyampaikan kita kepada bulan Ramadhan.  Ma’la ibn Fadl  berkata “Para salafus shaleh berdoa selama 6 bulan agar  mereka  disampaikan hingga bulan ramadhan dan kemudian berdoa(pasca   Ramadhan-pent) selama 6 bulan agar ibadah mereka diterima”.Yahya  Ibn Katsir berkata ”diantara doa yang dibaca oleh para salaf  adalah, Ya  Allah selamatkan aku hingga bulan ramadhan dan karuniakan aku  ramadhan  dan terimalah ibadah-ibadahku pada bulan ramadhan”</li>
<li><strong>Persiapan  Secara Fikri.</strong><br />
Ramadhan adalah bulan didalamnya diwajibkan bagi  kita untuk beribadah  puasa yang mana dalam setiap ibadah kita harus  mengerti ilmunya agar  ibadah yang kita lakukan dapat sesuai dengan  aturan yang telah  ditentukan oleh Allah dan dicontohkan oleh Rasul-NYA.  Maka persiapan  ini pun tidak kalah pentingnya, untuk itu kita harus  kembali membaca  dan menelaah buku-buku yang berbicara tentang puasa agar  kita dapat  mengetahui syarat dan rukun puasa serta hal-hal yang dapat  membatalkan  serta menghilang nilai puasa.Disamping itu dengan  cara mengirim ucapan  “Tahniah”(Selamat) kepada saudara atau teman dalam  rangka memberikan  image dan kabar gembira dengan akan datangnya bulan  yang mulia ini. Hal  tersebut telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana dalam sebuah  hadits Rasulullah SAW bersabda ” Telah datang kepada  kalian bulan  Ramadhan, bulan yang penuh berkah yang telah didalamnya  diwajibkan bagi  kalian berpuasa, disitu Allah membuka pintu-pintu syurga  dan menutup  pintu-pintu neraka serta para syaitan diikat, didalamnya  ada sebuah  malam yan lebih mulia dari seribu malam barang siapa yang   diharam/dihalangi untuk mendapatkan kebaikan malam itu sesungguhnya ia   telah diharamkan dari segala kebaikan” (HR.Nasai dan Baihaqi ). Imam   Ibnu Rajab Al-Hambali ketika mengomentari hadits ini berkata ”Hadits   ini merupakan landasan agar kaum muslimin saling memberikan selamat   dengan datangnya bulan Ramadhan”.</li>
<li><strong>Persiapan Secara  Jasadi.</strong><br />
Badan kita adalah salah satu komponen yang penting yang  juga harus kita  persiapkan dalam menyongsong bulan ramadhan, karena  tanpa badan yang  sehat kita tidak akan mampu melaksanakan kegiatan  termasuk dalam  masalah ibadah puasa, dalam hal ini Rasul SAW bersabda ”Seorang mu’min  yang kuat lebih baik dan lebih dicintai dari mu’min dhaif  dan didalam  kedua ada kebaikan”. Dari hadits ini Rasul  mendorong kita untuk menjaga  kesehatan dan kebugaran tubuh karena ini  sangat dicintai oleh Allah,  sebab ini merupakan salah satu modal penting  dalam melaksanakan segala  perintah Allah dan Rasul-Nya. Maka cara yang  paling tepat adalah dengan  cara mengadakan latihan puasa sunnah  menjelang datangnya bulan  ramadhan, sebagaimana yang telah dicontohkan  oleh Rasul SAW.</li>
<li><strong>Persiapan secara Akhlaqi.</strong><br />
Imam  Ghazali dalam bukunya Ihya – Ulumuddin berkata “Ketahuilah bahwa  puasa  terbagi dalam 3 tingkatan, Puasa umum, Puasa khusus, dan Puasa  khususil  khusus” (Ihya-jld 1/277). Imam Ibnu Rajab Al-Hambali berkata ”  Tingkatan  kedua orang puasa adalah yang puasa di Dunia ini karena  karena Allah,  maka ia menjaga kepala dan apa yang dibawahnya, menjaga  perut dan apa  yang di sekelilingnya dan mengingat mati serta pasca  kematian, orientasi  hidupnya akherat maka hari Iednya adalah hari  bertemu dengan Rabnya dan  hari kebahagiannya adalah hari ketika ia  melihat Rabnya”. Dari  perkataan dua ulama ini menunjukan bahwa ada  diantara orang yang  berpuasa hanya mendapatkan keletihan tanpa ada  keistemewaan yang ia  dapatkan dan ada juga jenis orang yang berpuasa  dan mendapatkan  keistimewaan yaitu orang yang dapat mempersiapkan diri  dari sisi ahklaq,  karena tanpa persiapan sisi ini puasa hanya akan  menahan lapar dan haus  saja tanpa mampu menjaga akhlaq sehingga puasa  kita menjadi nihil dari  sisi pahala. Hal itu sebagaimana yang dikatakan oleh Raulullah SAW “Berapa  banyak orang yangg puasa namun mereka tidak mendapatkan dari  puasa mereka  kecuali lapar dan haus” (HR.Thabrani, Ahmad dan Baihaqi).  Diantara  akhlaq atau sikap yang harus dijaga dari saat ini sbb:</p>
<ul>
<li>Menjaga  penglihatan dan menghindarinya dari obyek yang tidak baik.  Rasulullah SAW  bersabda ”Penglihatan adalah panah dari panah beracun  iblis”  (HR. Al Hakim). Nabi Isa as berkata”Penglihatan akan menimbulkan di  dalam  hati syahwat dan cukuplah itu sebagai sebuah kesalahan”</li>
<li>Menjaga  lisan dari perkataan yang bathil dan tidak bermanfaat.  Rasulullah SAW  bersabda ”Apabila kalian sedang berpuasa janganlah  berkata dengan  perkataan kotor (keji) dan janganlah melakukan perbuatan  bodoh  (berteriak,mencela) apabila ada orang yang menghina katakan  kepadanya  bahwa saya sedang puasa” (HR.Muttafaq ‘alaihi). Maka ketika  mampu  menjaga lisan maka insya Allah kita akan terhindar dari puasa  yang  sia-sia namun ketika kita tidak mampu untuk itu maka puasa kita  akan  sia-sia, sebagaimana yang disinyalir oleh Rasulullah SAW  “Barangsiapa  yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan bohong  maka Allah tidak  menpedulikan ibadah puasanya” (HR. Ibnu Majah).</li>
<li>Menjaga  pendengaran dari hal-hal yang bathil.</li>
<li>Tidak memperbanyak  mengkonsumsi makanan ketika berbuka.  Memperbanyak makanan ketika berbuka  adalah hal yang kurang baik karena  akan menyebabkan kemalasan dalam beribadah.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Persiapan  Secara Materi</strong><br />
Dari Abi Hurairah ra bahwasanya Rasulullah SAW  bersabda “Rasulullah SAW  bersumpah tidak ada bulan yang paling baik bagi  orang beriman kecuali  bulan Ramadhan, dan tidak ada bulan yang paling  buruk bagi orang  munafik kecuali bulan Ramadhan, dikarenakan pada bulan  itu orang  beriman telah menyiapkan diri untuk berkonsentrasi dalam  beribadah dan  sebaliknya orang munafik sudah bersiap diri untuk menggoda  dan  melalaikan orang beriman dari beribadah” (HR.Imam Ahmad). Sabda  Rasul  SAW yang berbunyi ”dikarenakan orang beriman telah menyiapkan  diri  untuk berkonsentrasi dalam beribadah” diterangkan oleh para ulama  sbb ”  Hal itu dikarenakan orang beriman telah menyiapkan diri dari sisi   materi untuk memberikan nafkah kepada keluarganya karena mereka ingin   konsentrasi beribadah, sebab memperbanyak Qiyamul lail menyebabkan mereka   harus banyak tidur diwaktu siang dan memperbanyak I’tikaf menyebabkan   mereka tidak bisa untuk beraktifitas diluar masjid, hal ini semua   menyebabkan mereka tidak bisa untuk melakukan aktifitas mencari   ma’isyah, maka itu mereka mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum   datang bulan Ramadhan agar mereka dapat <em>concern</em> dalam beribadah serta   mendapatkan keutamaan bulan yang mulia ini”. Disamping hal  tersebut diatas persiapan dari sisi materi penting  juga kita laksanakan  agar kita dapat mencontoh Rasulullah dari  kedermawanan yang beliau  contohkan ketika datang bulan Ramadhan  sebagaimana yang riwayatkan dari  banyak hadits. Dari kitab Shahihain  Ibnu ‘Abbas ra berkata ”Rasulullah  adalah manusia yang paling  dermawan, dan beliau semakin dermawan pada  bulan Ramadhan ketika  berjumpa dengan Jibril untuk bertadarus Al-Quran,  kedermawanan  Rasulullah ketika itu bagaikan angin yang berhembus,” dari  Riwayat  Imam Ahmad disebutkan ”Ia tdak diminta sesuatu kecuali  diberinya”.  Maka tanpa persiapan dari sisi materi kita tidak akan mampu  mencontoh dan  mengikuti kedermawanan Rasulullah SAW.</li>
</ol>
</li>
<li><strong>Persiapan  dari sisi lingkungan.</strong><br />
Lingkungan adalah faktor yang tidak dapat  kita abaikan dalam menyiapkan  diri menyambut kedatangan bulan suci  Ramadhan, sebab lingkungan  mempunyai peranan yang sangat penting dalam  mendukung proses  pelaksanaan ibadah dibulan Ramadhan.</p>
<ol type="I">
<li><strong>Rumah.</strong><br />
Rumah  adalah lingkungan yang paling utama dalam kehidupan seorang  manusia,  karena disitulah sebagian besar kehidupannya ia habiskan.  Rumah  merupakan nikmat yang harus disyukuri maka ketika Allah SWT  mengazab  orang yahudi bani Nadzhir mereka di azdab dengan mengeluarkan  mereka  dari rumah-rumah mereka (QS.59:2). Maka kita sebagai seorang   muslim harus mengkondisikan tempat tinggal kita agar dapat menunjang   kekhusuan amaliah ibadah kita selama bulan Ramadhan. Diantara hal yang   paling harus kita perhatikan dalam mengkondisikan rumah adalah masalah   Media, terutama TV karena media ini adalah media yang sangat tinggi   pengaruhnya dalam mengganggu kekhusuaan ibadah kita. Maka kita harus   bisa meminimalisir dalam menggunakan media ini.</li>
<li><strong>Tetangga.</strong><br />
Disamping  rumah yang harus kita kondisikan juga para tetangga, yaitu  dengan cara  memberikan keterangan dan anjuran untuk menyiapkan  kedatangan bulan  Ramadhan, dalam hal ini dapat kita lakukan dengan  berkoordinasi dengan  para tokoh apakah Pak RT / RW dan juga para kyai  yang ada dilingkungan  sekitar kita.</li>
<li><strong>Tempat Ibadah (Masjid/Mushalla).</strong><br />
Tempat  ibadah juga harus kita siapkan dalam menyambut bulan suci  Ramadhan,  dengan 2 cara, pertama secara material yaitu dengan mengadakan   pembersihan umum dan perbaikan. Kedua secara Immaterial yaitu dengan   mengadakan acara Tau’iyah (Penyuluhan) tentang puasa dan pentingnya   mengisi ramadan dengan amaliah secara optimal.</li>
<li><strong>Tempat  Kerja dan Pasar.</strong><br />
Biasanya sebelum memasuki syahrul awakhir kita  masih tetap mengadakan  kegiatan dan aktifitas di kantor atau  tempat-tempat kerja kita, maka  kita juga harus mengadakan persiapan  dengan melakukan penyadaran yang  menyeluruh apakah dengan mengadakan  pemasangan famplet, pengajian atau  dengan mengirim email keteman-teman  yang sekantor tentang Ramadhan dan  amaliah ibadah Ramadhan.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>Sekian.</p>
<p>sumber: dari berbagai sumber</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-bojonggede.org/2011/07/23/persiapan-menyambut-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Taujih Sekjen PKS: Tak Semua Masalah Politik Harus Diselesaikan Dengan Politik</title>
		<link>http://pks-bojonggede.org/2011/06/06/taujih-sekjen-pks-tak-semua-masalah-politik-harus-diselesaikan-dengan-politik/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=taujih-sekjen-pks-tak-semua-masalah-politik-harus-diselesaikan-dengan-politik</link>
		<comments>http://pks-bojonggede.org/2011/06/06/taujih-sekjen-pks-tak-semua-masalah-politik-harus-diselesaikan-dengan-politik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2011 12:07:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-bojonggede.org/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Taujih Sekjen PKS HM Anis Matta, Lcdalam Konsolidasi Kader &#38; Struktur PKS se-Lampung serta Peresmian GSG Ragom Sejahtera, Kamis, 2 Juni 2011 TAK SEMUA MASALAH POLITIK HARUS DISELESAIKAN DENGAN CARA POLITIK Assalamualaikum wr wb Ikhwan dan akhwat sekalian para mas’ulin DPW Lampung, dan Wilda Sumatra, dan seluruh kader yang saya cintai. Saya bersyukur sekali bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pks-bojonggede.org/wp-content/uploads/2011/06/pks_logo1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-250" style="margin: 10px;" title="pks_logo1" src="http://pks-bojonggede.org/wp-content/uploads/2011/06/pks_logo1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Taujih Sekjen PKS HM Anis Matta, Lcdalam Konsolidasi Kader &amp; Struktur PKS se-Lampung serta Peresmian GSG Ragom Sejahtera, Kamis, 2 Juni 2011</p>
<p>TAK SEMUA MASALAH POLITIK HARUS DISELESAIKAN DENGAN CARA POLITIK</p>
<p>Assalamualaikum wr wb</p>
<p>Ikhwan dan akhwat sekalian para mas’ulin DPW Lampung, dan Wilda Sumatra, dan seluruh kader yang saya cintai. Saya bersyukur sekali bisa datang ke sini pagi ini meresmikan gedung baru DPW (GSG) yang lebih bagus dari milik DPP (applause …).</p>
<p>Target menuju 3 besar sudah semakin dekat. Apalagi saya juga tahu bahwa di beberapa kabupaten di Lampung ini sudah nomor 3 ya.</p>
<p>Ikhwan akhwat sekalian.</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu, saya pernah ke Malaysia. Tiba-tiba ada goncangan pesawat kemudian ada pengumuman dari pilot “Para penumpang sekalian kita akan mengalami goncangan selama 15 menit setelah itu cuaca akan kembali baik.” Setelah 15 menit goncangan benar berhenti, pesawat terbang normal dan kita landing di Kuala Lumpur dengan selamat.</p>
<p>Saya mengingat itu terus menerus karena kita sedang menghadapi operasi politik secara bersamaan. Dan saya yakin operasi politik itu hanya akan berlangsung 15 menit setelah itu goncangan kembali ke tempat lain, bukan karena kita yang mengarahkan anginnya ke sana (grr..). Goncangan sudah merupakan kemestian yang akan kita hadapi.</p>
<p>Jadi ikhwah sekalian. Dari perjalanan itu saya mencoba-coba rekonstruksi kembali bahwa memang perjalanan kita ini ketika kita memasuki mihwar muasasi bergumul di ruang politik yang luar biasa dahsyatnya.</p>
<p>Ikhwah sekalian saya pernah tanya seorang pilot apa bedanya menerbangkan pesawat siang hari dan malam hari. Pilot menjawab sama saja karena ketika kita sudah di ketinggian yang ada hamparan kosong. Kanan kiri depan semuanya hanya ada awan.</p>
<p><span id="more-241"></span>Jadi gelap dan terang tidak penting bagi kita, jawab pilot. Jadi bagaimana cara anda mengetahui arah kalau tak ada bedanya siang atau malam. Kita pake GPS. GPS yang menuntun perjalanan kita ini. Jadi, hal pertama yang diperlukan seorang pilot adalah GPS. Jadi kalo GPSnya ada masalah pasti dia punya masalah, karena ketika kita sudah ngga di bawah kita ngga tau posisi, kalau bukan karena ada GPS.</p>
<p>Saya hadir di Seminar Mukjizat Al Quran tahun 1986. Saya salah satu penerjemah. Salah satu temanya adalah tentang cuaca.  Ayat-ayat AlQuran tentang awan menunjukkan bahwa seluruh yang ada di alam semesta tak bisa kita pastikan apalagi dikendalikan tapi bisa kita ramal. Badai kemana bisa kita ramal.</p>
<p>Jadi karena itu seorang pilot harus terus berkomunikasi dengan orang yang ada di tower untuk mendapatkan update info terbaru tentang keadaan cuaca yang keadaan ini adalah fata yang tak bisa dikendalikan tapi bisa disiasati.</p>
<p>Jadi kalau ada perubahan cuaca mendadak, tower bisa bilang rute dirubah, tapi destinasi tak berubah. Jadi seorang pilot menerbangkan pesawat butuh 2 hal ini. Pertama GPS, kedua ramalan cuaca.</p>
<p>Seorang pilot tak bisa mengendalikan cuaca di luar. Itu di luar kendali sama sekali. Makanya kemungkinan dia mengalami kecelakaan selalu ada. Kita juga tak bisa mengendalikan lingkungan yang ada di luar kita ini. Yang ada dalam analisa-analisa manajemen strategis disebut lingkungan strategis yaitu faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi situasi dimana kita berada.</p>
<p>Kita tak bisa memastikannya walau kita bisa membaca dan membuat prediksi-prediksi ang disebut prakiraan keadaan. Tapi semua prediksi ini adalah prediksi yang tidak pasti, tapi diperlukan karena itu memberi kita info real time terhadap situasi yang berkembang.</p>
<p>Oleh karena itu, kalau ada keadaan cuaca yang buruk, pilot bilang: tolong kencangkan ikat pinggang. Selain itu apalagi yang bisa kita lakukan? (Audiens: berdoa …).</p>
<p>Ketika Merapi meletus , ke Jogja yang normalnya 50 menit jadi 2 jam. Di pesawat semua pengurus DPP ada disitu. Ketua Majelis Syuro, Bendahara, semua.  Jadi kalau pesawat jatuh, kita harus munaslub (grr..).  Pesawat bisa tiba-tiba turun 40 meter. Semua diam. Semua dzikir. Ini bukan goncangan 15 menit.</p>
<p>Karena sudah tegang semua tak ada yang bahkan berbisik dengan tetangga. Kita semua tegang jamai.</p>
<p>Lalu saya menoleh ke belakang dan mengangkat tangan: Assalamualaikum. Kita jadi agak normal kembali walau goncangan tetap saja.</p>
<p>Sekali waktu dalam perjalanan ke batam naik pesawat. Transit di pekanbaru, pilot bilang ada kerusakan di mesin jadi kita harus kembali. Beberapa waktu kemudian ada pengumuman dari pilot kerusakan tidak terlalu parah jadi kita lanjutkan perjalanan. Dalam situasi begitu tak ada yang bisa kita lakukan selain kencangkan ikat pinggang dan .. berdoa.</p>
<p>Ikhwah fillah sekalian,</p>
<p>Tak semua masalah politik harus kita selesaikan dengan cara politik.</p>
<p>Kalau antum lihat di AQ kata yang paling banyak terkait dengan sifat atau  karakter adalah sabar. Sabar itu artinya bukan bertahan. Tapi terus menerus maju dengan beban yang ada.</p>
<p>Dan pesawat itu kalau ada guncangan yang kita lakukan adalah kencangkan ikat pinggang, bukannya pesawat berhenti parkir di tengah badai.</p>
<p>Kita dapat laporan dari wartawan. Macam-macam. Dalam situasi begini, kita akan hadapi pakai cara apa? Saat perjanjian hudaibiyah sahabat sampai makan daun. Ada saatnya kencangkan ikat pingganag karena tak ada lain yang bisa dilakukan.</p>
<p>Fitnah itu, kata ulama, saking buruknya situasi kita tak bisa lihat tangan kita sendiri.</p>
<p>Dan saat seperti itu, yang duduk lebih baik daripada yang berdiri. Yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan. Ada saatnya kita kencangkan ikat pinggang.</p>
<p>Kalau antum ambil doa dari orang seperti ayahandanya Nabi Yusuf: Saya hanya mengadukan semua kegelisahan saya kepada Allah.</p>
<p>Ada kisah seorang soleh dirampok di tengah jalan. Tapi perampok merasa tak cukup hanya mengambil hartanya. Saya juga ingin membunuh kamu. Kata orang soleh, tapi kasih saya kesempatan sholat 2 rakaat. Waktu sholat dia berdoa, “ya Allah hadapilah orang ini.” Sebelum dia selesai sholat, perampok sudah mati.</p>
<p>Kaum salaf di antara doa-doa mereka, “Ya Allah ketemukanlah orang zolim dengan sesama orang zalim dan keluarkan kami dari mereka dengan selamat.”</p>
<p>Waktu video mirip saya keluar ada yang mengatakan  harus ada operasi politik. Saya katakan lebih baik kita umroh saja sambil menghibur diri dan mohon pertolongan Allah. Kita berdoa dan tak tahu kapan isu itu reda tapi sebelum saya pulang umroh, isu itu reda.</p>
<p>Tidak semua masalah politik harus diselesaikan dengan cara politik. Langit punya cara. Basis spiritual kita harus diperkuat  dalam berdakwah. Dengan basis ini kita punya keyakinan.</p>
<p>Allah berfirman bersabarlah karena janji Allah itu benar dan jangan orang-orang yang tidak percaya itu menggoyahkan kamu. Jalan terus tawakkal sambil kencangkan ikat pinggang. Itu cara kita mensiasati. Kita tak hanya berdiam diri.</p>
<p>Kita juga butuh informasi real time. Sambil aware, jangan sampai badai terjadi baru kita mau belok. Tapi kita sudah dapat informasi ini mau ada badai, kita sudah siap.</p>
<p>Jadi ikhwah fillah sekalian, pesawat itu kan goyang-goyang waktu ada badai. Reaksi penumpang beda-beda. Ada yang diam pegang ikat pinggang, ketika goncang menguat naik turun seperti itu ada yang teriak, ada juga yang muntah-muntah.</p>
<p>Kalau goncangan lama banyak yang stress. Naik kapal perintis ke Ambon selama 3 hari. Kami harus berpegangan di kapal selama 3 hari berturut-turut. 3 bulan recovery karena jalan itu seraya goyang dunia.</p>
<p>Pada akhirnya kita berpikir bahwa ujung dari semua ini adalah kematian. Tapi ada juga yang sempat berpikir tentang daftar utang yang belum dibayar. Ada juga yang mikir belum walimah.</p>
<p>Goncangan seperti inilah yang disebut amaliyah tamyiz, proses seleski internal di antara kita sendiri.</p>
<p>Orang-orang yang stress dalam perjalanan panjang itu juga reaksinya macam-macam. Ada yang menyalahkan pilot. Tadi kenapa ga bilang banyak badai, kalo kita tahu kan ga usah terbang.</p>
<p>Tapi apapun reaksi antum, kita harus terus jalan, karena kita tak mungkin berhenti di tengah badai itu, hancur diombang-ambingkan entah mendarat dimana tak jelas.</p>
<p>Jadi apapun yg terjadi di luar, di dalam tak boleh gaduh karena gaduh tak menyelesaikan masalah. Bagaimana kalau lagi goncang begitu nyalah-nyalahin pilot terus pilot bilang ya sudah anda saja ambil alih pesawat. Situasi seperti inilah yang sedang kita hadapi.</p>
<p>Perlu diingat, kita naik pesawat ini sukarela, kita memilih naik di pesawat ini. Keputusan pribadi resiko pribadi kitapun kita sendiri menyetujuinya.</p>
<p>Nah ikhwah sekalian,</p>
<p>Dalam keadaan seperti ini kita melihat antara cuaca yang ada di luar dengan reaksi penumpang yang ada di dalam menentukan situasi apakah kita akan tiba di tujuan dengan selamat.</p>
<p>Setelah melampaui operasi politik yang luar biasa, saya coba-coba cari inspirasi karena baca di teori-teori politik ga ada teorinya. Semua asumsi teori politik dilandaskan atas asumsi normal. Saya mencoba mencari insipirasi dimana kita berada. Saya baca-baca terus Surat Al-Ahzab. Saya menemukan banyak inspirasi di surat ini yang artinya partai-partai, golongan-golongan, multipartai.</p>
<p>Ayat 1 sd ayat 7, berbicara tentang keluarga. Ayat 7-27 bicara tentang situasi perang Khandaq. Ayat 28 dst bicara kembali tentang keluarga. Seakan 2 surat ini ingin mengatakan setiap kita punya 2 dunia. Dunia keluarga dan di luar keluarga. Dan kita bisa menghadapi goncangan-goncangan apabila situasi keluarga juga tenang. Bisa dibayangkan jika di luar terjadi goncangan, lalu pulang ke rumah juga dapat goncangan.</p>
<p>Situasi keluarga ini juga digambarkan dalam alquran terkait permintaan tawaran Nabi kepada istri-istrinya. Tawarkan kepada istri-istrimu: Katakan hai Muhammad, bahwa kalau kamu menginginkan kenikmatan dunia maka akan saya berikan kenikmatan dunia, lalu saya ceraikan kalian. Artinya putus hubungan. Ini dilakukan supaya kita tak menghadapi dua front sekaligus.</p>
<p>Salah satu pembahasan tentang Palestina waktu di Sudan, pimpinan Hhamas diprotes sama beberapa  ikhwan dari negara lain. Hamas ini kan gerakan perlawanan, Muqawamah. Misinya jihad. Anda sudah melakukanyna. Tapi 4 tahun terakhir anda memegang Gaza dan tak lagi berperang. Hanya keliling-keliling cari duit untuk dibagikan ke rakyat Gaza, sudah menikmati kenikmatan dunia karena berkuasa. Saya pikir benar juga logis juga 4 tahun tak ada perang. Kenapa anda tak menyerang Israel.</p>
<p>Kenapa tak dipakai serang Israel? Sudah punya roket, basis kota, dll.</p>
<p>Ust. Khalid Misyal menjawab tenang. Kalo kita bertempur kita memerlukan hal yang disebut halaman belakang, jadi kalau prajurit maju dia capek mundur istirahat di halaman belakang. Lalu maju lagi.</p>
<p>Seperti mujahidin Afgan melawan Uni Soviet punya halaman belakang namanya Pakistan. Tapi kita di palestina tak punya halaman belakang karena seluruh tetangga palestina dalah kolaborator Israel. Yordan, Syria, Mesir, Libanon tak ada yang bisa jadi halaman belakang.</p>
<p>Orang Palestina manusia biasa juga. Kalau bertempur terus lalu stress bisa melakukan kesalahan terlalu banyak atau bahkan jadi kanibalis. Itu yang tak dimiliki Hamas sekarang. Halaman belakang Hamas adalah Gaza. Kasih kita waktu untuk istirahat.</p>
<p>Kalau perang terus yang mempunyai masalah bukan cuma mujahidinnya tapi juga keluarga yang ditinggal. Seperti masa Khalifah Umar bin Khatab. Seorang perempuan berpantun ria. Isinya aneh kira-kira begini: Demi Allah kalau bukan karena takut padamu, niscaya ranjang ini sudah bergoyang dengan laki-laki lain.</p>
<p>Saat menghadapi perang Timtim, ada tentara yang jadi kanibalis. Ketemu rumah dibakar, orang disembelih, hewan disembelih. Sampai sekarang orang ini kalau ga lihat darah dalam seminggu bisa stres.</p>
<p>Jadi di pesawat disuruh kencangkan ikat pinggang, ingat bahwa kita meninggalkan rumah. Terus pulang ingat akan perang lagi. Sampai ada yang bilang mending pesawat ini meledak saja sekalian (grr…).</p>
<p>Jadi ikhwah sekalian, halaman belakang kita itu adalah rumah kita sendiri. Bayangkan. Lagi ada masalah di luar, istri telpon, “Bi pulang cepat ada masalah di rumah.”</p>
<p>Tentu berbeda jika sekalipun memang ada masalah di rumah, tapi istri mengatakan, “Umi dan anak-anak mendoakan  abi.” Tenang kita berangkat. Kita perlu ketenangan itu.</p>
<p>Basis ketahanan keluarga adalah basis yang kuat. Jadi yang menjadi fokus basis ketahanan keluarga oleh bidang perempuan ini sudah benar. Karena kita akan menghadapi masa seperti kaum muslimin di perang Khandaq. Makin kuat goncangan makin butuh halaman belakang yang solid.</p>
<p>Seorang ikhwan ketemu marah-marah sama saya, bukan sama saya tapi sebenarnya sedang stres. Memang nasib saya tak terlalu bagus hari ini. Stres di kerjaan selama lebih dari 12 jam. Pulang diomelin istri, nanti saya mau berdoa. Allah, berikanlah saya istri-istri yang tidak komplain terus sama saya.</p>
<p>Ini joke saja. Jadi memang berat kalau menghadapi dua perang seperi itu, butuh ketahanan jiwa yang luar biasa.</p>
<p>Ayat 27-28 itu Allah mulai merekonstruksi peristiwa perang Khandaq. Dan rekonstruksi ini dimulai dengan 2 premis. Ayat ke 7 dan 8 yang mengatakan:   Dan ingatlah tatkala Allah mengambil dari Nabi-nabi itu sebuah perjanjian dan dari kamu Muhammad, dari Nuh, Musa, Isa, kami ambil dari mereka mitsaqon ghaliza.  Semua goncangan ini adalah sunnah dalam perjalanan hidup.</p>
<p>Asyadun naas…  yang paling keras ujian hidupnya adalah nabi-nabi, lalu yang paling dekat hidupnya dengan nabi-nabi. Jadi siapa saja yang melalui jalan ini pasti mengalami goncangan. Begitu juga Rasulullah saw.</p>
<p>Itu yang disebut mitsaqon ghaliza. Perjanjian yang keras. Supaya Allah menguji orang yang jujur. Kita berbaiat bukan dengan satu orang. Tapi baiat kita uahidullah al adziim. Berbaiat dengan Allah bukan dengan muroqib aam, atau presiden partai. Kadar kejujuran itu yang akan diuji, ini emasnya berapa karat.</p>
<p>Perhatikan Al Ahzab melukiskan Perang Khandaq dan detil-detilnya. Lalu ayat sesudahnya.  Dalam jalan hidup kita pasti ada badai, badai ini untuk menguji kadar kejujuran kita itu. Jadi itu semua cuma ujian. Itu kan cuma peristiwa beberapa menit. Benar-benar seperti sebuah drama.</p>
<p>Premis kedua Allah mengatakan: Wahai orang-orang yang beriman ingatlah karunia Allah kepada kalian. Karena yang memenangkan pertarungan ini bukan strategi kalian yang sangat hebat tapi karena Allah menghendaki begitu.</p>
<p>Allah maunya begitu2x.</p>
<p>Jadi semua strategi ini cuma asbab. Tapi hasil akhirnya seluruhnya ketentuan Allah swt. Tatkala tentara-tentara itu datang kepada kalian, kami kirim kepada mereka badai/angin. Kenapa angin? Isyarat dari Allah bahwa tools Allah untuk menjalankan rencananya sangat banyak.</p>
<p>Memang hanya angin, tapi angin-angin dikumpulin jadi satu, efeknya beda. Angin-angin dikumpulin jadi badai. Dan tentara yang kalian tidak lihat. Dan Allah maha melihat apa yang kalian lakukan.</p>
<p>Detil lukisannya. Tatkala tentara-tentara itu datang di atas kalian&#8230; Perang khandaq terjadi pada tahun ke5. Pasukan terdiri dari 10ribu musyrikin. Ini perlu antum perhatian lukisan ini.</p>
<p>H-6  menjelang pertempuran info baru diketahui pasukan muslimin. Terdiri dari 4ribu musyrikin quraisy sisanya musyrikin arab non quraisy. Jadi mobilisasi terbesar dibanding 2 perang besar sebelumnya. Badar 1000 musyrikin, Uhud 3ribu musyrikin. Naik jadi 10 ribu ini mobilisasi yang luar biasa. Puncak mobilisasi.</p>
<p>Tapi yang lebih berbahaya karena info serangan baru diterima H-6. Muslimin Madinah ga siap makanya menggali parit setengah kota madinah. Saat itu musim dingin dan musim paceklik. Dingin madinah bagi yang tahu, beda dengan dinginnya  puncak. Menusuk, mudah hidung mengeluarkan darah.</p>
<p>Maka parit khandaq itu digali sejauh lompatan kuda. Lebar 6 meter dalamnya 3 meter.</p>
<p>Masalah lain, bagaimana menyelesaikan pekerjaan itu dalam 6 hari? Itu sudah masalah tersendiri dan ini juga pelajaran tentang speed of consolidation, tingkat kecepatan konsolidasi.</p>
<p>Selain musyrikin dari luar, ada lagi pasukan yang dari bawah yang dekat dengan kalian. Yaitu yahudi madinah yang sudah tandatangan piagam NKRI sebelumnya. Jadi ada 3 kabilah besar yahudi berkolaborasi dengan 10 ribu yang ada di luar. Ada lagi kaum munafiqin dalam jamaah muslim. Ada lagi yang lain: dhuafa muslimin. Orang-orang lemah yang kata Allah: di antara kalian ada yang suka mendengarkan ocehan mereka itu.</p>
<p>Waktu partai diserang ada yang bilang jangan-jangan benar serangan itu.</p>
<p>Jadi ada musyrikin dari luar, ada yahudi, ada munafiqin. Dalam lukisan ini sangat pendek deskripsi tentang musyrikin, yang panjang justru tentang munafiqin dan dhuafa. Yang di dalam yang mengambat kamu, yang membuat kamu ragu-ragu untuk maju.</p>
<p>Begitulah ungkapan sebagian mereka. Musuh terlalu besar. Target terlalu besar. Apalagi hasil survei masih rendah.</p>
<p>Yang dari dalam itu yang paling berbahaya. Yang saya katakan tadi, reaksi penumpang di pesawat bisa beda-beda. Satu teriak-teriak ketakutan, ada yang diam saja. Ingatlah tatkala mata kalian membelalak dan jantung kalian sampai ke tenggorokan dan kalian mulai menduga yang buruk tentang Allah. Saat itulah orang beriman diuji segoncang-goncangnya.</p>
<p>Ada satu masa kita menghadapi semuanya. Apalagi pilot disorientasi, penumpang panik. Fasten seatbelt, dan tawakal. Itu saja.</p>
<p>Perhatikan, ini adalah drama, Allah mengendalikan semuanya, karena pertempuran ini tak selesai dengan pertempuran. Dalam drama Khandaq, apakah ada pertempuran? Begitu kaum musyrikin sampai, mereka bingung kok ada parit, bengong di depan parit itu. Akhirnya mereka mengalami disorientasi. Nunggu-nunggu begitu , yang terjadi  saling menatap.</p>
<p>Saat itu pasukan muslimin dibagi dua: 3ribu di pinggir parit sisanya orangtua, perempuan, anak-anak di balik bukit.</p>
<p>Salah satu yang disuruh jaga bukit adalah Hasan bin Tsabit. Penyair, jadi agak mellow (grr..).  Ada perempuan mengatakan ada yahudi yang mau menghasut kita, ya Hasan bunuh yahudi itu. Hasan gemetar karena takut, akhirnya perempuan itu yang membunuhnya.</p>
<p>Rajin mendengarkan hasutan dan takut ambil resiko, seperti pengikut nabi Musa: kita nunggu hasil aja deh. Dan ada orang yang seperi itu. Ini semua cuma drama. Bagaimana menyelesaikannya?</p>
<p>Pasukan musyrikin dikirimkan angin, dan Allah mengembalikan orang-orang kafir itu dengan seluruh kemarahan mereka, target mereka tak tercapai. Dan Allah menghindarkan orang-orang beriman dari medan pertempuran.</p>
<p>Seperti ulat bulu, gampang saja Allah kirimkan. Dua orang yang sama bersiasat terhadap kita. Hatinya diputar-putar. Oleh Allah, dua orang ini bertengkar. Siapa yang bikin mereka bertengkar kita juga tak tahu. Ya Allah sibukkanlah orang zalim dengan sesama orang zalim. Karena Allah yang memutarb alikkan hatinya.</p>
<p>Kita diselamatkan Allah dengan caranya sendiri.</p>
<p>Coba antum bayangkan waktu kemarin kita hadapi operasi politik, saat itu kita dihadapkan perjanjian baru yang luar biasa mengekangnya. Oooh.. begini cara kerjanya.</p>
<p>Kita ulur-ulur terus sedikit-sedikit. Kita dengarkan semua sudah tandantangan tinggal PKS. Kita dengarkan terus, kita tahu semua ini hanya drama. Allah yang mengatur semua, ilmu kita ini tidak memadai . Waktu kita mau tandatangan, Ust Lutfi Tanya ke ust Hilmi, tandatandangan ustadz? Muroqib aam bilang tandatangan, kita sudah menang. 90% usul kita diterima di kontrak itu.</p>
<p>Di kontrak kita buat celah agar kita bisa exit ketika ada masalah, cuma orang tak tahu kapan exitnya. Dan kita punya dokumen-dokumen yang tak dimiliki partai lain. Waktu kemudian saya ketemu mereka, Pak Sudi, Pak Joko, saat peringatan hari lahir Pancasila, kita jabat tangannya agak enak.</p>
<p>Apakah ada pertempuran? Tak ada pertempuran. Diselesaikan dengan cara Allah swt.</p>
<p>Makanya ikhwah sekalian, dalam situasi sedemikian, tegangnya, tak tahu endingnya dan bikin orang panik, orang yang tak tersambung ke langit gampang menyerahnya. Tapi karena kita tahu skenario Allah, kita jadi tenang menghadapinya.</p>
<p>Waktu nabi Musa diserang Firaun, Allah justru nyuruh ke tepi laut. Teorinya orang dikejar itu larinya ke gunung. Ini ke tepi laut. Mau apa kita di sini? Itu kan hal yang sederhana. Ada rencana yang belum disampaikan Allah swt. Jangan laju dulu. Dikejar tapi jangan laju dulu.</p>
<p>Pada subuh harinya ayam berkokok tak subuh hari, tapi saat matahari mulai terbit. Jadi orang terlambat bangun. Tapi firaun masih santai karena merasa masih bisa menyusul Musa. Begitu Musa sampai di tepi laut, Allah perintahkan pukul tongkat itu.</p>
<p>Firaun bingung, darimana Musa dapat teknologi membelah laut? Setelah Musa dan pengikutnya lewat dan Firaun masuk ke tengah-tengah itu, maka close. Dan sebuah sejarah diakhiri.</p>
<p>Apakah ada pertempuran? Tak ada pertempuran.</p>
<p>Yang diperlukan keyakinan penuh yang tak mempan digoyang. Badasi sedikit, kader-kader banyak yang stres, under pressure. Begitu ada kecelakaan kejadian Arifinto, muncul suara dari kader: Pecat!</p>
<p>Padahal ini kesalahan pelanggaran menengah tak perlu sampai sebegitu sanksinya, tapi semua ikhwah di daerah minta pecat! Mundur! Dewan Syariah juga akhirnya under pressure. Akhirnya DSP bikin keputusan sendiri. Arifinto berjiwa besar. Dia ambil keputusan sendiri. Mengundurkan diri.</p>
<p>Tapi antum lihat, itulah efek kepanikan.</p>
<p>Dan sekarang efek ini pindah ke tempat lain. Sebenarnya secara hukum aneh, Nazarudin itu belum ada status hukumnya sudah dicekal. Tapi hakim-hakim sekarang menghadapi masalah  yang juga dihadapi di masa suatu khalifah. Khalifah dan rakyat bertengkar. Hakim bingung. Kalau saya menangkan khalifah, dibilang saya subyektif menangin khalifah karena dia berkuasa. Kalau memenangkan rakyat – yang belum tentu benar – saya akan dielu-elukan karena berpihak pada rakyat.</p>
<p>Ini tak ada hubungannya dengan kasus Nazarudin, tapi kita lihat bahwa hakim bisa menghadapi masalah seperti ini.</p>
<p>Saya ketemu mantan ketua KPK Pak Ruki, yang saya katakan KPK bertaji ketika Pak Ruki jadi Ketuanya. Dia katakana permintaan publik terlalu besar. Kemampuan terlalu kecil. Kita dikasih satu kampak, yang mau ditebang hutan. Kita tebang, dibilang tebang pilih, habis itu semua teman kita jadi musuh, kita jadi kehilangan teman ,kehilangan keluarga. Kita menghadapi situasi seperti ini. Kekacauan seperti ini.</p>
<p>Serangan-serangan ini , kita butuh ketenangan.</p>
<p>Jadi ikhwah sekalian, dengan kesadaran bahwa kita menghadapi goncangan, sumber ketenangan kita berasal dari keyakinan kepada Allah swt yakin pertolongan bahwa ujian yang akan dihadapi ini bersifat indiividual. Ujian individual.</p>
<p>Negara ini hanyalah sumber daya yang kita perlukan, bukan yang kita tuju.</p>
<p>Peran utama kita adalah ustadziyah. Negara ini adalah sumber daya. Waktu kita buat partai cuma 3000 orang. Sekarang berapa kelipatanya? Siapa menteri keuangan jaman nabi Muhamad. Siapa kas jaman nabi? Ada kan? DPW Lampung punya kas ga? Kalo ga punya kas ga mungkin punya GSG begini.</p>
<p>Yang masuk islam sebelum hijrah beda dengan yang masuk islam pasca fathu makkah tentu berbeda. Sekitar 100 sampai 125 ribu orang. Yang pasca fathu mekkah masuk Islam karena apa? Karena politik. Yang masuk islam sebelum itu individual. Pemilih individual. Yang pasca fathu makkah komunal, politik. Terjadi kuantum pada kuantitas karena ada efek kemenangan.</p>
<p>Itulah efek Negara, Negara punya efek multiplier, mengapa yang masuk islam pas hijrah sedikit? Karena yang terbayang resiko. Liqo sembunyi-sembunyi. Resiko ditangkap. Jadi kita akan menghabiskan umur produktif kita underground. Yang sanggup melakoni ini adalah yang punya mentalitas hati bersih, akal sehat , berani pula. Ciri-ciri generasi pertama. Generasi muhajirin jumlahnya sedikit, tapi mereka yang memulai arus sejarah. Begitu berkembang jadi arus, yang lain follower. Orang-orang datang masuk islam.</p>
<p>Sebagian orang masuk islam bukan karena percaya pada islam tapi setelah melihat kekuatan islam. Yang masuk islam karena melihat kekuatan islam adalah pengikut politis.</p>
<p>Coba antum lihat berapa kader kita setelah kita jadi partai. Berapa kuantumnya? Berawal dari 500 orang. Lalu 800-an di awal berpartai. Sekarang 33 ribuan. Itulah efek Negara, jadi Negara adalah sumberdaya dan setiap ideologi butuh 2 hal. Pertama komunitas. Kedua, sumber daya. Pertama adalah qiyadah. Kedua junud, follower.</p>
<p>Tapi untuk membangun ini semua butuh sumber daya. Di PKS ideologi jelas. Komunitas jelas. Masalahnya di sumber daya. Kelak setelah PKS memegang Negara ini yang jadi gubernur bukan PKS, tapi mendaftar di PKS jadi gubernur.</p>
<p>Di pergaulan sehari-hari kita dengar ungkapan orang, hati saya di PKS. Itu efek Negara. Efek kemenangan. Mereka bukan saja membuka hati kepada islam tapi juga takut kepada islam.</p>
<p>Makanya fathu makkah 100ribu laki-laki perempuan. Apa yang mereka katakan. Hai Muhammad kamu ini adalah saudara yang mulia, putra dari saudara yang mulia. Begitu sanjungannya.</p>
<p>Akan ada waktunya orang datang pada antum: PKS kumpulan orang soleh, orang-orang dermawan, bagi dong (grr..). Itu sesuai marhalah mereka. Kata Nabi, kalian bebas. Saya tak datang untuk balas dendam. Bukan untuk membunuh tapi untuk buka mata kalian pada kebenaran.</p>
<p>Sekarang kita berbuat baik, masih gampang dioperasi. Nanti saatnya kita berkuasa orang akan berpikir, dia ini bukan cuma baik, tapi juga bisa balas dendam. Selama ini kita masih pakai tawakal saja. Sekarang kita yang akan menyerang mereka.  Setelah itu mereka tak bisa menyerang kita lagi.</p>
<p>Ketika datang perintah haji, kafir Mekkah bilang tahulah kalau kita kalah sama orang Madinah, sekarang orang Madinah mau datang haji, apa maskudnya? Ngeledek. Show of force. Maka mereka ga boleh masuk. Lalu terjadilah Perjanjian Hudaibiyah, kenapa Rasulullah menerima. Ini posisi kita diserang. Situasi defensive juga ada di musyrik Qurais. Tahun berikutnya terjadi umroh qodho. Tahun berikutnya fathu makkah. Dan jumlah yang masuk islam pasca fathu makkah berkali lipat dibanding era mekkah sampai perang khandaq.</p>
<p>Negara adalah organisasi yang dibutuhkan masyarakat untuk mengatur Negara. Kalau ada bansos, boleh ga ikhwah nerima? Boleh saja tapi sesuai persyaratan dan perlu diorganisasi. Kalau ga ada organisasi ga ada pertandingan. Kalau ada organisasi tapi ga dihormati ujung-ujungnya perkelahian.</p>
<p>Tapi organisasi ini adalah infrastruktur. Ga ada isinya. Pernah suatu waktu, negara jalan sendiri, agama jalan sendiri. Ketika kita coba mengumpulkan keduanya, itu dalam konteks menyempurnakan infrastruktur dan isinya. Konten dan sumber daya.</p>
<p>Saya heran orang memperdebatkan agama. Ulama sunni menjelaskan hubungan agama dan Negara. Negara adalah penjaga. Agama adalah asasnya.</p>
<p>Kalo ga bikin partai tarbiyah jalan terus tapi tumbuh terbatas. Ketika kita maju ke Negara persoalannya bukan profesionalisme, tapi konfiden. Termasuk kita di DPP beranggapan jarak masih jauh karena butuh banyak keahlian, dst. Padahal sesungguhnya yang dibutuhkan adalah konfiden, rasa percaya diri. Ini bukan tujuan hanya sarana untuk mengukur seluruh rencana dakwah.</p>
<p>Tentang debat hari lahir Pancasila, memang ada kesalahan pada mindset kaum muslimin saat itu dalam memandang masalah. Bukankah Pancasila adalah perjanjian terbuka. Makanya seluruh aliran dimasukkan disini jadi konsensus bersama. Sila pertama cuma 2 yaitu asas religiusitas: semua org Indonesia Beragama. Maka yang dipakai adalah kalimat umum: ketuhanan yang Maha Esa. Karena Indonesia terlalu beragam. Dan karena pimpinan Indonesia saat itu menganut sosialis.</p>
<p>Kemanusiaan yang adil dan beradab. Persatuan Indonesia. Asasnya keadilan, ga ada kata kemakmuran karena kultur kita lebih berinterpretasi pada pemerataan daripada kemakmkuran. Baru ada di mukadimah  UUD.  Kita lihat ketika pancasila lahir, begitulah situasinya.</p>
<p>Ditanya PKS asasnya Pancasila atau Islam? Saya tanya apakah itu pertanyaan? Ini semua sudah selesai 3x.  Pancasila adalah konsensus bersama. Selesai. Kenyataannya, sekarang pancasila ga dilirik lagi oleh anak muda. Maka PKS saatnya mentakeover seluruh isu nasionalisme (applause…). Jangan lagi jadi pertanyaan.</p>
<p>Ini semagnat sinkretisme di budaya jawa karena kalau antum lihat semua agama pernah lahir di Jawa. Beruntunglah sudah ada hindu dan budha, lalu Islam datang langsung jadi mayoritas. Kristen datang tapi jumlah penganutnya tidak terlalu berkembang.</p>
<p>Islam masuk melalui jalur niaga. Pedagang-pedagang arab. Mereka berdagang, dilihat akhlaknya bagus lalu kawin dengan anak raja. Lalu jadi raja. Begitulah Islam jadi mayoritas. Ini diceritakan dengan runtut oleh seorang penulis dari Australia. Dari abad 13 sampai dengan sekarang bisa dibilang seluruhnya adalah sejarah islam. Tapi common platform: seperti rasulullah ketika memfutuhkan mekkah. Persepsi awalnya orang-orang ini akan menyerang kita.</p>
<p>Mereka harus diredam semangat permusuhannya. Siapapun yang menyerang madinah, yang paling mungkin diserang adalah orang Islam. Tapi kepada Yahudi, kaum kafir di Madinah, Rasulullah bilang kita semua diperangi.</p>
<p>Wa mualafati qulubuhum. Ada orang yang perlu dilembut-lembutkan hatinya. Pakai apa? Pakai fulus.</p>
<p>Pancasila = common platform. Ketegangan ini lebih karena semangat orde baru memaksakan asas tunggal dan karena islam sudah lama termarjinalisasi. Dan orang Islam seperti melihat Negara di kejauhan.</p>
<p>Di harlah pancasila ada ikhwah pakai kopiah putih. Ditanya kok ga pake kopiah hitam? Dia jawab urusan saya bukan sama pancasila, urusan saya sama quran dan sunnah. Bagaimana mempertahankan mindset ini pada saat yang sama kita yang harus mengisi ruang kosong yang ada sekarang.</p>
<p>Tahun 2008 kita ingin membuka sekat-sekat islam dan nasionalisme. Sekarang bukan lagi menghilangkan sekatnya tapi take over agar kita bukan cuma bicara atas nama umat tapi atas nama bangsa keseluruhan.</p>
<p>Oleh karenanya perlu memperdalam tsaqofah nasionalisme. Untuk memperkuat semangat memiliki negara ini. Kita bukan orang luar. Kita ini orang dalam. Ahlul bayt Negara ini. Sifat-sifat, perasaan ini, yang harus dihilangkan. Salah satu sebab kemenangan adalah hilangnya kepercayaan pada partai-partai lama. Tapi pertanyaannya adalah apakah PKS bisa mewakili semua pihak bukan hanya dirinya sendiri,</p>
<p>1999 kita ikut sidang baru dikasih hak bicara. Kita belum memimpin sidang. Sekarang punya hak mengambil keputusan. Apa kerjanya kalau belum menguasai Negara? Mengangkat orang agar menguasai jabatan.</p>
<p>Wallahu alam.</p>
<p>[not. detti febrina]</p>
<p>Posted on Jumat, 03 Juni 2011 by membahagiakan masyarakat in Label: DPW Lampung</p>
<p>http://berandakeadilan.blogspot.com/2011/06/taujih-sekjen-pks-tak-semua-masalah.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-bojonggede.org/2011/06/06/taujih-sekjen-pks-tak-semua-masalah-politik-harus-diselesaikan-dengan-politik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidupmu Menginspirasi Kami &#8211; In Memoriam Ustadzah Yoyoh Yusroh</title>
		<link>http://pks-bojonggede.org/2011/05/24/hidupmu-menginspirasi-kami-in-memoriam-ustadzah-yoyoh-yusroh/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hidupmu-menginspirasi-kami-in-memoriam-ustadzah-yoyoh-yusroh</link>
		<comments>http://pks-bojonggede.org/2011/05/24/hidupmu-menginspirasi-kami-in-memoriam-ustadzah-yoyoh-yusroh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 May 2011 10:12:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-bojonggede.org/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[“Jazakallah ustadz sudah membimbing anak kami”, kata itu masih terngiang ditelingaku saat hampir satu tahun lalu engkau mengambil raport untuk putri ketujuhmu Salma Salimah. Waktu itu aku yang menjadi wali kelas di sekolah anakmu, sangat salut padamu karena betapa orang sekelas dan sesibukmu mampu menyempatkan diri datang kesekolah untuk mengambil raport anaknya, sementara tidak sedikit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pks-bojonggede.org/wp-content/uploads/2011/05/yoyoh_yusroh_110201193729.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-234" style="margin: 5px;" title="yoyoh_yusroh_110201193729" src="http://pks-bojonggede.org/wp-content/uploads/2011/05/yoyoh_yusroh_110201193729-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>“Jazakallah  ustadz sudah membimbing anak kami”, kata itu masih terngiang   ditelingaku saat hampir satu tahun lalu engkau mengambil raport untuk   putri ketujuhmu Salma Salimah. Waktu itu aku yang menjadi wali kelas di   sekolah anakmu, sangat salut padamu karena betapa orang sekelas dan   sesibukmu mampu menyempatkan diri datang kesekolah untuk mengambil   raport anaknya, sementara tidak sedikit orangtua murid yang sebenarnya   tidak terlalu sibuk tapi tidak sempat datang kesekolah untuk sekedar   mengambil raport anak-anaknya. Dan kemarin aku mendengar engkau baru   saja menghadiri dan menyaksikan acara wisuda salah seorang putramu   sesaat sebelum Allah memanggilmu. Ustadzah Yoyoh, sungguh perhatianmu   pada keluarga sangat menginspirasi kami.</p>
<p>Ustadzah   Yoyoh Yusroh, begitu biasanya kami memanggilmu, sangat sederhana.   Tetapi jalan hidupnya ternyata tidak sesederhana namanya. Ibu dari 13   orang anak ini merupakan anggota DPR RI dari FPKS selama tiga periode. <em>Track Record </em>mu   dalam kancah dakwah di masyarakat dan legislatif sudah tidak diragukan   lagi. Kiprah mu di Komisi I DPR RI meninggalkan begitu banyak jejak   kebaikan, menghidupkan kembali fungsi negara Indonesia yang berperan   aktif dalam perdamaian di beberapa negara Konflik. Ketika keadaan di   Palestina dan negara-negara arab sedang memanas, engkau yang aktif   menjadi ustazah beberapa majlis ta’lim ini tanpa rasa takut dan ragu   mengunjungi negara-negara tersebut, mewakili Indonesia untuk melihat   kontribusi apa yang bisa di berikan. Sampai di penghujung umurmu tak   pernah henti mencoba merealisasikan da’wah Nabimu. Memperbaiki diri   sendiri, memperbaiki keluarga, memperbaiki masyarakat, memperbaiki   negara, dan memperbaiki dunia.</p>
<p><span id="more-233"></span>Saat   beberapa anggota DPR yang terhormat di isukan melakukan   perbuatan-perbuatan “tidak terhormat” diantara mereka ada yang di isukan   selingkuh, ada yang di isukan korupsi dan adapula yang di isukan mabuk   di kelab malam. Engkau bahkan jauh dari isu-isu seperti itu, engkau   telah buktikan pada kami, pada indonesia bahkan pada dunia bahwa engkau   Bersih, engkau Peduli dan engkau Propesional.</p>
<p>Seorang   konsultan terkenal di Singapura, yang selalu kami mintai taujih dan   nasehatnya, yang kami nantikan saran dan masukannya, yang kami kagumi   kehidupan pribadi, keluarga dan dakwahnya pernah berkata dengan tulus “Kenapa   kalian jauh-jauh sampai harus mencari kami ke Singapura padahal di   negeri kalian sendiri ada sosok yang sangat hebat luar biasa yang begitu   kami kagumi. Yes ustadzah Yoyoh and her family is our model”, begitu   katanya.Ustadzah Yoyoh, keluargamu sangat menginspirasi kami.</p>
<p>Saat   menjadi muwajjih bagi guru-guru di sekolah kami pada satu   kesempatan,engkau bercerita bahwa ketika berbincang dengan para   mujahidah palestina yang memiliki anak yang banyak dan mereka semua   hafal qur’an, saat itu engkau ditanya “Ummu Umar <em>kam aulad indak</em>”“13” jawabmu bangga<em>“Kam hafidzti minal qur’an”</em> “20 juz” katamu datar “Hei.   Apa saja yang kamu kerjakan di dunia ini, bukankah engkau hidup di   negeri yang aman tanpa perang. Ayo segera selesaikan hafalanmu”. Sergah   mereka.Saat   itu katamu engkau malu pada mereka dan bertekad untuk segera   menyelesaikan hafalan qur’anmu. Dan terakhir aku dengar engkau telah   hafal al qur’an.Ustadzah Yoyoh, semangatmu sungguh menginspirasi kami.</p>
<p>Pernah   kami mengundangmu sebagai pembicara dalam acara seminar yang dihadiri   oleh orang-orang kaya yang berpakaian dan berpernampilan serba wah,   engkau datang dengan pakaian dan penampilan  yang sangat sederhana, jauh   dari gemerlap bahkan tidak pakai make up, sangat jauh dari kesan  mewah.  Namun semua yang hadir kagum akan materi dan penyampaianmu.</p>
<p>Keseharianmu pun begitu, selalu sederhana. Seingatku, dulu ketika beberapa binaanmu baru punya <em>taruna</em>, <em>xenia</em> atau <em>avanza</em> engkau sudah memiliki <em>innova</em>. Dan kini beberapa binaanmu itu sudah mengganti kendaraan mereka dengan <em>fortuner, CRV, pajero</em> bahkan <em>alpard</em> dan <em>mercy</em>,   engkau masih setia dengan mobil lamamu. Padahal – aku sangat yakin –   kalau  engkau mau, engkau mampu membeli dan memiliki yang jauh lebih   mewah dari itu. Darimu kami belajar bahwa sederhana adalah memilih hidup   biasa walaupun engkau mampu untuk hidup mewah.Ustadzah Yoyoh, sederhanamu sungguh menginspirasi kami.</p>
<p>Hari ini aku mendapat <em>forward sms</em> yang engkau kirimkan kepada seorang akhwat beberapa hari sebelum Allah memanggilmu: “Ya   Robb, aku sdg memikirkan posisiku kelak diakhirat. Mngkinkah aku   berdampingan dgn penghulu para wanita Khadijah Al Kubro yg berjuang dgn   harta dan jiwanya? Atau dg Hafsah bt Umar yg dibela oleh Allah saat  akan  dicerai karena showwamah dan qowwamahnya? Atau dgn Aisyah yg telah   hafal 3500 an hadits sdg aku&#8230;.ehm 500 jg belum&#8230;atau dgn Ummu  Sulaim  yg shobiroh atau dgn Asma yg mengurus kendaraan suaminya dan  mencela  putranya saat istirahat dr jihad&#8230; atau dgn siapa ya?, ya  Alloh, tlg  beri kekuatan tuk mengejar amaliah mereka&#8230; sehingga aku  layak bertemu  mereka bahkan bisa berbincang dgn mereka di taman  firdausMu&#8230;”Sekarang   kami paham, mengapa engkau begitu semangat dalam berdakwah, begitu  giat  beribadah. Ya, karena engkau sedang mengikuti jejak bahkan ingin   mengejar amaliah para shahabiyah. Semoga Allah mempertemukanmu dengan   mereka ditaman firdaus.</p>
<p>Kemarin   aku beserta istri dan anak-anak datang untuk bertakziah kepadamu.   Subhanallah, terpana aku melihat mereka yang hadir dalam barisan takziah   dan shaff shalat janazah. Mereka datang dari mana-mana, mereka datang   dengan berbagai cara, dari jalan kaki sampai yang naik mercy, dari   anak-anak sampai nenek-nenek, tua, muda, laki-laki, perempuan. Kami   semua mendoakanmu berharap Allah mengumpulkan kita lagi disurgaNya.</p>
<p>Ya   Allah sebagaimana Engkau kumpulkan kami di dunia ini dalam ketaatan   padaMu. Maka kumpulkanlah kami kelak dalam surgaMu bersama para Nabi,   Shiddiqin, syuhada dan orang-orang shaleh.</p>
<p>Ustadzah   Yoyoh, begitu banyak inspirasi dan pelajaran yang dapat kami ambil  dari  kehidupan bahkan kepergianmu yang tak akan selesai bila ditulis  atau  diceritakan. Dan ketika orang-orang memberi gelar Ustadz Rahmat  Abdullah  sebagai Syaikhut Tarbiyah, bolehkan aku menyebutmu dengan  “Ummut  Tarbiyah”.<br />
Selamat   jalan ustadzah Yoyoh. Semoga Allah memberimu tempat terbaik di  sisiNya,  menganugerahkan berbagai nikmatNya. Dan semoga keluarga yang   ditinggalkan diberi kesabaran, ketabahan dan keistiqomahan.<br />
Jakarta, 22 Mei 2011</p>
<p>Syafri Delon Arifin</p>
<p><a href="http://syafridelon.blogspot.com/">http://syafridelon.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-bojonggede.org/2011/05/24/hidupmu-menginspirasi-kami-in-memoriam-ustadzah-yoyoh-yusroh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Jalan Bunda Yoyoh</title>
		<link>http://pks-bojonggede.org/2011/05/23/selamat-jalan-bunda-yoyoh/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=selamat-jalan-bunda-yoyoh</link>
		<comments>http://pks-bojonggede.org/2011/05/23/selamat-jalan-bunda-yoyoh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 May 2011 09:06:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-bojonggede.org/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[A tribute to Alm. Ustadzah Yoyoh Yusroh]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>A tribute to Alm. Ustadzah Yoyoh Yusroh</strong><strong><br />
</strong></p>
<p id="previews" style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><script src="http://pks-bojonggede.org/swfobject.js" type="text/javascript"></script> <script type="text/javascript">// <![CDATA[
   var s1 = new SWFObject('http://pks-bojonggede.org/player.swf','player','475','450','9'); s1.addParam('allowfullscreen','true'); s1.addParam('allowscriptaccess','always'); s1.addParam('flashvars','file=http://pks-bojonggede.org/yoyoh.flv'); s1.write('previews');
// ]]&gt;</script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-bojonggede.org/2011/05/23/selamat-jalan-bunda-yoyoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="http://pks-bojonggede.org/yoyoh.flv" length="11903039" type="video/x-flv" />
		</item>
		<item>
		<title>Milad PKS</title>
		<link>http://pks-bojonggede.org/2011/04/10/milad-pks/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=milad-pks</link>
		<comments>http://pks-bojonggede.org/2011/04/10/milad-pks/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 23:33:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-bojonggede.org/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pks-bojonggede.org/wp-content/uploads/2011/04/201590_1831658405561_1663433278_1863295_7077760_o.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-213" title="201590_1831658405561_1663433278_1863295_7077760_o" src="http://pks-bojonggede.org/wp-content/uploads/2011/04/201590_1831658405561_1663433278_1863295_7077760_o-1023x851.jpg" alt="" width="614" height="511" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-bojonggede.org/2011/04/10/milad-pks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelajaran dari Al-ikhwan tentang fitnah</title>
		<link>http://pks-bojonggede.org/2011/03/23/pelajaran-dari-al-ikhwan-tentang-fitnah/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pelajaran-dari-al-ikhwan-tentang-fitnah</link>
		<comments>http://pks-bojonggede.org/2011/03/23/pelajaran-dari-al-ikhwan-tentang-fitnah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Mar 2011 09:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[fitnah]]></category>
		<category><![CDATA[fitnah terhadap pks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-bojonggede.org/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah ringkasan yang dinukil dari Tarikh Ikhwan 2 (1928-1938), halaman 562-578 terbitan Intermedia. Fitnah Kedua (1937-1938) Sebab: semangat yang meledak-ledak, ingin mencapai tujuan sebelum sempurna prinsip-prinsipnya. Tokoh: 1. Muhamamd Izzat Hasan Mu&#8217;awin 2. Ahmad Rif&#8217;at 3. Shadiq Affandi Amin 4. Hasan As Sayyid Ustman Keempatnya adalah anggota kantor pusat dan memiliki sejumlah pengikut. Kebijakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut adalah ringkasan yang dinukil dari Tarikh Ikhwan 2 (1928-1938), halaman 562-578 terbitan Intermedia.</p>
<p><strong>Fitnah Kedua (1937-1938)</strong></p>
<p>Sebab: semangat yang meledak-ledak, ingin mencapai tujuan sebelum sempurna prinsip-prinsipnya.</p>
<p>Tokoh:</p>
<p>1. Muhamamd Izzat Hasan Mu&#8217;awin</p>
<p>2. Ahmad Rif&#8217;at</p>
<p>3. Shadiq Affandi Amin</p>
<p>4. Hasan As Sayyid Ustman</p>
<p>Keempatnya adalah anggota kantor pusat dan memiliki sejumlah pengikut.</p>
<p><span id="more-195"></span><strong>Kebijakan yang dikritisi adalah:</strong></p>
<p>1. Ikhwan terlalu basa-basi dan hanya melakukan manuver politik</p>
<p>2. Masalah perempuan dan keharusan mentaati hukum islam tentang larangan berdandan dan berpenampilan seronok (tidak tegas)</p>
<p>3. Dalam masalah Palestina, tak cukup hanya kampanye dan dana</p>
<p>Akh  muhammad izzat menulis artikel di majalah &#8220;Jaridah Al-Ikhwan  Al-Muslimin, diantaranya: &#8216;Ikhwan untuk meraih tujuannya dan mengemban  amanahnya pada terakhir ini bukan tindakan yg dekat dengan Allah, bukan  jalan yg digariskan Allah dan bukan tindakan yg dilakukan Rasulullah  Saw, tidak sejalan dengan sunnatullah terhadap hamba-hambanya dan  tindakan yg tidak tepat.&#8217;</p>
<p>Al-Banna kemudian menulis  artikel bantahan yang sangat panjang di majalah yg sama, yang intinya  menegaskan kebijakan yg diambil Ikhwan adalah yg terdekat dg Islam dan  sunnah rasul-Nya, Ikhwan tidak membuat permusuhan dengan masyarakat  apalagi menyingkirkannya. Terkait palestina, Albanna menyurati mufti  Palestina, yg kemudian merespon: &#8216;yg dilakukan Ikhwan untuk  mengkampanyekan Palestina sudah tepat dan kami tidak memerulakan  sukerelawan.&#8217;</p>
<p>Perlawanan Ahmad Rif&#8217;at makin keras, dan  didukung Isa Abduh, intelektual Ikhwan pada saat itu. Pengikutnya makin  banyak, makin nekat dan menentang Al-Banna secara langsung dan  melontarkan kata-kata pedas, memanggil dengan panggilan tak pantas. Ia  dan kelompoknya melangkah lebih jauh dengan mencaci maki Al-Banna yang  membuat hampir semua anggota jamaah marah dan tak kuasa menahan diri.  Pengikut setia Al-Banna ingin menghadang dengan sedikit keras, tapi  Al-Banna mengetahui sikap itu dan menghalangi maksud pengikut beliau.</p>
<p>Al-Banna  kemudian melarang merespon Rif&#8217;at dkk, meski dengan kata-kata yang bisa  menyinggung perasaan mereka. meski demikian Rif&#8217;at dkk tidak merasa malu,  tidak mengalah dan makin menampakkan kebodohannya.</p>
<p><strong>Berakhirnya Fitnah</strong></p>
<p>Akh Mahmud Abdul Halim dan rekan-rekannya mengusulkan kepada Al-Banna:</p>
<p>1. Al-Banna menjauhi kantor pusat</p>
<p>2. Menugaskan sejumlah anggota yang konsisten dan setia dengan bai&#8217;atnya untuk di kantor pusat tiap malam</p>
<p>3.  Para anggota yang masih komit dengan baiat dihimbau untuk memboikot para  pemicu fitnah dan pengikutnya. Tak usah berucap salam dan menjawab salam  mereka dan tak perlu mendengarkan omongan mereka</p>
<p>4. Para anggota yang masih komit harus berjanji tidak akan menyinggung penebar fitnah dan dan menyakitinya, apapun bentuknya</p>
<p>5. Membentuk komisi untuk melaksankan keputusan di atas</p>
<p>6. Memperbarui ikrar dan janji kebersamaan atas dasar prinsip-prinsip dakwah, taat dalam senang atau duka.</p>
<p>Anggota  ikhwan melaksanakan dan mensosialisasikan usulan tersebut, dan terlihat  jelas mana yang masih komit dengan Al-Banna dan mana pendukung fitnah.  Lama-kelamaan pengikut fitnah makin berkurang tinggal provokator dan  beberapa gelintir orang.</p>
<p><strong>Akibat Fitnah</strong></p>
<p>Dampak buruk fitnah tersebut adalah:</p>
<p>1. Terhentinya aktivitas ikhwan dan terkurasnya energi kurang lebih satu setengah tahun</p>
<p>2. Keluarnya anggota senior Ikhwan, diantaranya Mahmud Izzat, padahal ia adalah perekrut Musryid &#8216;Am ketiga, Umar Tilmisani.</p>
<p>3. Ahmad Rif&#8217;at berinisiatif sendiri ke Palestina dan tewas oleh mujahidin palestina karena dicurigai sebagai mata-mata.</p>
<p>4. Lepasnya majalah (jaridah) Al-Ikhwan Al-Muslimin dari kontrol jamaah.</p>
<p><strong>Majalah An-Nadzir, Juni 1938 memuat keputusan kantor pusat:</strong></p>
<p>1.  Kantor pusat memutuskan pemecatan terhadap Muhammad Affandi Izzat, Hasan  Affandi As Sayyidi, Shadiq Affandi Amin, Ahmad Affandi Rif&#8217;at karena  menyalahi pemikiran Ikhwan. Dengan demikian mereka bertanggung jawab atas  perbuatan mereka sendiri dan tidak merepresentasikan jamaah sampai ada  keputusan lain yang meninjau setatus mereka.</p>
<p><strong>Penjelasan kantor pusat:</strong></p>
<p>-  Pimpinan pusat telah berkali-kali melakukan nasihat santun dan  persuasif, tapi mereka malah menentang dan sesumbar. Akhirnya kantor pusat  mengumumkan pemecatan mereka disebabkan menyalahi pilihan  sikap/pemikiran yang diambil jamaah.</p>
<p>- Kantor pusat tidak menyerang mereka, dan tidak menganggap mereka karena sudah diluar jamaah.</p>
<p>- Kantor pusat akan memberi dukungan manakala sejalan dengan misi Ikhwan.</p>
<p>-  Diingatkan bahwa setiap gerakan dakwah memiliki musuh, baik dari  keluarganya sendiri maupun sekeliling mereka, yang tidak memahami hakikat  dakwah, mengejar kepentingan pribadi, atau merasa tergoda olehnya- hati  manusia di tangan Allah, bahkan dakwah islam pertama di masa Rasul yg  ma&#8217;shum pun tidak terlepas dari pembangkangan.</p>
<p>- Karenanya  setiap anggota ikhwan diingatkan untuk- menyiapkan hati, karena  pembangkangan mungkin saja terjadi di kemudian hari, dakwah makin  berkembang makin banyak musuh.- bersegeralah terjun untuk melakukan  amal-amal dakwah, tak ada waktu untuk debat dan membincangkan fitnah.</p>
<p>-  Kantor pusat tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap anggota yang  melanggar aturan dan platform/konsep berfikir yang dipilih jamaah apapun  jabatan, kedudukan, posisinya.</p>
<p>- Hak Allah di atas semua  hak, pemecatan bukan berarti perpecahan dalam jamaah bukan pula kelemahan  dakwah namun merupakan upaya tarbawi yang harus dilakukan untuk  pembelajaran yang benar serta pembersihan terhadap pembangkangan dan  sangsi yang lazim.</p>
<p>- Dalam setiap gerakan dakwah selalu ada yang tidak jera kecuali kepada hukuman.</p>
<p>Wahai  ikhwan, melaju berlarilah dengan berkah Allah, Rasulullah pemimpin  kalian, dan Mursyid &#8216;Am adalah komandan kalian. Allah tidak menginginkan  kecuali menyempurnakan cahaya petunjuk-Nya.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Abdul Hakim Abidin</strong></p>
<p><em>(Sekretaris Kantor Pusat)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-bojonggede.org/2011/03/23/pelajaran-dari-al-ikhwan-tentang-fitnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

